Menyelami 7P Marketing Mix, Pengusaha Wajib Tahu!

Menyelami 7P Marketing Mix, Pengusaha Wajib Tahu!

Sebagai orang yang terjun di dunia marketing, kita tentu tahu, meremehkan kekuatan dari planning adalah bentuk kebodohan yang nyata.

Begitu pula ketika hendak memasarkan suatu produk atau jasa.

Umumnya, kita harus menyepakati goal yang akan dicapai, mengidentifikasi pasar, lalu membuat sejumlah strategi.

Blueprint yang dipakai setiap bisnis bisa saja berbeda. Tergantung industrinya masing-masing.

Tapi, ada satu konsep planning marketing yang nggak ada matinya sampai sekarang.

Ialah… Marketing Mix.

Marketing Mix, Apa sih Itu?

Konsep Marketing Mix awalnya dikembangkan oleh Profesor Neil H. Borden yang menguraikan skema eksekutif bisnis milik James Culliton.

Selanjutnya Jerome McCarthy memasukkan empat komponen spesifik dalam konsep tersebut: Product, Place, Price, and Promotion. Kita mengenalnya dengan istilah 4P, tercantum dalam buku Jerome berjudul Basic Marketing: A Managerial Approach yang terbit pada 1960.

Pada 1981, dua akademisi modern Booms dan Bitner menuangkan tiga faktor tambahan, yaitu: Physical Evidence, People, dan Process.

Lengkap sudah konsep yang disebut 7P Marketing Mix.

7p marketing mix

 

  1. Product (Produk)

Poin product mereferensikan segala sesuatu yang kamu jual, baik produk, jasa, maupun pengalaman. Penting untuk menghadirkan produk berkualitas secara fungsi dan tampilan demi menjawab kebutuhan pelanggan.

  1. Place (Tempat)

Di mana kamu akan menjual produk atau jasa tersebut?

Place tidak hanya berbicara mengenai lokasi fisik. Tetapi juga bisa berarti website, media sosial, brosur, katalog, dan sebagainya. Dibandingkan ‘tempat’, lebih tepat menyebut place dengan ‘kanal distribusi’.

  1. Price (Harga)

Harga yang kamu tentukan harus merefleksikan keuntungan bisnis dan value yang diperoleh pelanggan.

Tidak selamanya harga yang murah dengan diskon yang beragam pasti laku di pasaran. Semua tergantung siapa target pasar serta seperti apa brand bisnis kamu.

  1. Promotion (Promosi)

Promosi. Di sinilah kita, orang-orang marketing, memfokuskan dirinya. Baik itu melalui direct marketing, public relation, iklan, atau membuat konten di media sosial.

Dengan promosi, kita berusaha menyampaikan pesan kepada konsumen. Mengapa mereka harus memilih kita dibandingkan kompetitor? Bagaimana produk dan jasa kita menjawab permasalahan mereka?

Aktivitas itulah yang kemudian akan menghasilkan penjualan, meningkatkan brand awareness, serta menaikkan pendapatan bisnis.

  1. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Istilah physical evidence bukan sekadar merujuk pada bukti penjualan semata. Namun, seluruh aspek yang menunjukkan eksistensi bisnis kita.

Misalnya, website, media sosial, logo, jingle, dekorasi ruangan, bentuk packaging pada produk, kurir internal, dan masih banyak lagi.

Konsumen membutuhkan ini untuk menumbuhkan kepercayaan pada bisnis kamu. Dengan demikian, mereka bisa berbelanja secara aman dan nyaman.

  1. People (SDM)

People, dalam Marketing Mix, berarti adalah semua orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung pada bisnis kita.

Termasuk para sales, tim marketing, divisi manajemen, HRD, desainer grafis, copywriter, customer service, dan sebagainya.

Pastikan untuk melatih mereka dengan baik sehingga mereka bekerja secara profesional dan tampak ramah di depan konsumen.

Orang-orang tersebut, meskipun berada di balik layar, akan merepresentasikan bisnis kita. Karenanya, segala tindakan mereka sangat berpengaruh pada brand reputation dan kepuasan pelanggan.

  1. Process (Proses)

Kamu sudah punya produk dan target pasar, lalu bagaimana cara mengantarkannya kepada pembeli?

Di sinilah yang dimaksud dengan poin process.

Unsur ini mencakup dari calon pelanggan mengenal siapa kita dan apa produk yang ditawarkan. Kemudian mereka mencari tahu lebih dalam mengenai brand kita. Selanjutnya menghubungi customer service, bertanya-tanya, sampai pada tahap transaksi.

Tidak cukup demikian, kita juga memastikan produk diterima dengan baik oleh pelanggan.

Tugas kita ialah mengevaluasi setiap tahapan tersebut sehingga meminimalkan komplain dari pelanggan. Rasa puas dari konsumen merupakan prioritas utama sejak before sales, saat terjadinya sales, dan after sales.

***

Gagal merencanakan, bisa bermakna merencanakan kegagalan. Sangat penting bagi tim pemasaran untuk mengatur strategi dahulu sebelum mereka mempromosikan produknya.

Dengan 7P Marketing Mix ini, setidaknya kita memiliki guideline untuk merencanakan taktik yang efektif demi mencapai goal dalam bisnis.

Siapkan bolpoin kamu, dan ceklis satu per satu poin di atas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *