Bikin Caption Instagram Mudah Pakai Teknik B-A-B

Bikin Caption Instagram Mudah Pakai Teknik B-A-B

Apakah kamu masih sering bingung saat harus menulis caption di Instagram maupun Facebook?

Bisa dibilang, menulis caption memang gampang-gampang susah.

Kreator pemula atau social media specialist junior umumnya memiliki masalah tersendiri dalam urusan ini.

Padahal, kalau kita mengetahui formula yang tepat, menulis caption bisa jadi lebih mudah, loh.

Salah satu teknik Copywriting yang dapat kamu pakai ialah teknik B-A-B alias Before-After-Bridge.

Teknik ini akan membuat caption-mu menjadi lebih tersusun dan efektif dalam menjelaskan konten.

Apa itu teknik B-A-B, dan bagaimana menerapkannya? Check it out!

B – Before

Pada bagian awal tulisanmu, jelaskanlah kondisi yang dialami audience saat ini.

Terangkan apa yang menjadi masalah mereka serta situasi dan keadaan yang mereka alami sebelum melihat kontenmu.

A – After

Di paragraf berikutnya, ungkapkan secara spesifik kondisi ideal yang diharapkan audience.

Tuliskan perubahan apa yang bisa mereka peroleh setelah membaca atau melihat konten kita.

B – Bridge

Terakhir, paparkan solusi yang dapat diterapkan oleh audience demi menyelesaikan masalahnya.

Sebutkan apa yang bisa dilakukan mereka, melalui kontenmu, untuk mengubah keadaan dari Before menuju After.

Masih bingung? Coba deh perhatikan kembali tulisan ini dari awal.

Dalam versi yang bisa disederhanakan lagi, artikel yang kamu baca ini juga menggunakan teknik Before-After-Bridge.

“Apakah kamu masih sering bingung saat harus menulis caption di Instagram maupun Facebook?”

Paragraf ini adalah BEFORE.

Kondisi audience sebelum membaca konten kita.

“Padahal, kalau kita mengetahui formula yang tepat, menulis caption bisa jadi lebih mudah, loh.

Salah satu teknik Copywriting yang dapat kamu pakai ialah teknik B-A-B alias Before-After-Bridge.

Teknik ini akan membuat caption-mu menjadi lebih tersusun dan efektif dalam menjelaskan konten.”

Sedangkan paragraf ini adalah AFTER.

Kondisi ideal yang diharapkan oleh audience.

“Apa itu teknik B-A-B, dan bagaimana menerapkannya? Check it out!”

Paragraf ini hingga penjabaran mengenai teknik B-A-B termasuk BRIDGE.

Pada paragraf inilah, audience memahami bagaimana mengubah keadaan dari BEFORE menuju AFTER melalui konten kita.

Sudah mulai paham?

Kunci menulis caption bukanlah bakat, melainkan latihan yang dikerjakan secara konsisten dan semangat untuk terus belajar serta memperbaiki diri.

Semakin banyak jam terbang kita, biasanya semakin terasa lebih mudah.

Yuk, nulis!

5 Tren Digital Marketing di Tahun 2021

5 Tren Digital Marketing di Tahun 2021

Bagi para pemilik bisnis atau orang marketing, selalu menarik rasanya memperhatikan tren digital marketing di masa lalu dan masa depan.

Termasuk tahun 2021 ini…

Tiada alasan lain kecuali untuk menyusun strategi pemasaran berdasarkan perkembangan teknologi dan tren yang tengah berlangsung.

Dilansir dari berbagai sumber, Mastah.id menemukan setidaknya ada 7 tren digital marketing di sepanjang tahun 2021, yaitu:

  1. Artificial Intelligence
  2. Omnichannel Marketing
  3. Video Marketing
  4. Social Media Stories
  5. Geofencing Technology

Bagaimana penjelasan sederhana dari masing-masing tren tersebut?

Yuk, lanjutkan scrolling-nya!

  1. Artificial Intelligence

Tahun 2021-2022 diprediksi jadi momentum The Rise of AI, Masa Kebangkitan Artificial Intelligence.

AI bukan lagi sekadar istilah keren-kerenan.

Menurut Gartner, perusahaan riset teknologi asal Amerika Serikat, fitur AI sudah tersedia di hampir seluruh software baru sepanjang tahun 2020.

Berikut ini alasan utama mengapa sejumlah perusahaan mengandalkan AI dalam bisnis mereka:

Kecerdasan buatan dikenal sanggup menganalisis perilaku konsumen dan pola pencarian di internet, serta memanfaatkan data dari media sosial maupun blog untuk membantu bisnis memahami bagaimana konsumen menemukan produk dan layanan mereka.

Karenanya, bisnis yang mengadopsi kecerdasan buatan, berpeluang besar dalam memangkas pengeluaran staf dan mempercepat pertumbuhan perusahaan.

AI sudah banyak diimplementasikan dalam produk digital.

Contoh yang paling terlihat ialah penggunaan AI sebagai Chatbot.

Dalam praktiknya, Chatbot akan menjadi perangkat lunak yang memproses bahasa secara alami.

Dilengkapi AI, Chatbot dapat menguraikan apa yang diinginkan pelanggan dan membuat mereka seakan-akan sedang mengobrol dengan manusia sungguhan.

  1. Omnichannel Marketing

Bisnis Anda sudah punya akun Instagram, tapi belum punya website?

Atau sebaliknya, punya website tetapi nggak bikin akun media sosial?

Lupakan gaya lama ini!

Tren menunjukkan, banyak perusahaan kini menerapkan model omnichannel marketing.

Yaitu…

Metode pemasaran yang mengandalkan banyak platform sekaligus.

Mulai dari website, media sosial, messenger, email, sampai toko fisik.

Semua platform saling terhubung dengan menampilkan konten yang selarasa dan saling melengkapi.

Dengan demikian, konsumen dapat menemukan brand Anda dengan mudah di platform manapun.

Dibandingkan dengan satu channel, pemasaran yang memanfaatkan banyak channel cenderung mempunyai tingkat engagement dan jumlah pembelian hingga 250% lebih tinggi, loh!

  1. Video Marketing

YouTube, TikTok, dan Instagram Reels menunjukkan video marketing telah menjelma sebagai media pemasaran paling penting.

Bukan hanya kini, mungkin sampai 5-10 tahun mendatang.

Seberapa penting video marketing bagi bisnis Anda?

Coba perhatikan data ini:

  • 70% konsumen mengaku pernah membagikan sebuah video dari brand tertentu (Wyzowl)
  • 72% bisnis mengaku video marketing telah meningkatkan conversion rate mereka. (Wyzowl)
  • 52% konsumen mengakui bahwa menonton video membuat mereka lebih percaya diri untuk membeli sesuatu. (Invodo)
  • 65% eksekutif bisnis mengunjungi website calon vendor dan 39% di antaranya segera menelepon setelah menonton video. (Forbes)

Video marketing sejauh ini juga menjadi cara paling top untuk memperkenalkan produk dan layanan terbaru.

Siapkan budget untuk bikin video, ya.

  1. Social Media Stories

Berawal dari Snapchat, kini platform media sosial satu per satu mulai memperkenalkan fitur Stories.

Instagram, Whatsapp, dan Facebook tak mau kalah.

Bahkan YouTube yang jelas-jelas seluruh kontennya berisi video, tetap menghadirkan fitur ini.

Pada dasarnya, Stories memperdaya sifat FOMO (fear of missing out) pada manusia.

Karena dapat menghilang dalam waktu cepat, hanya bertahan 24 jam, fitur Stories justru biasanya lebih banyak ditonton daripada konten biasa.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama tahu.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama nge-share.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama nonton.

Untuk mendorong interaksi, cobalah beberapa cara berikut ketika meng-upload Stories:

  • Gunakan fitur polling pada Instagram Stories
  • Tambahkan link yang mengarah ke website kita
  • Masukkan tag lokasi
  • Mention brand lain atau follower Anda
  • Sesekali bikin live video
  • Buat call-to-action yang jelas
  1. Geofencing Technology

Pernah nggak sih, lagi main ke suatu tempat, lalu mendapat notifikasi dari KFC di wilayah itu?

Inilah yang disebut dengan Geofencing Technology. Metode pemasaran ini memungkinkan bisnis kita untuk menargetkan calon konsumen di daerah tertentu.

Tren metode ini diperkirakan akan terus tumbuh.

Nilai pasarnya dapat mengalami lonjakan hingga 2,4 miliar US Dolar pada tahun 2023.

Salah satu cara mudah memanfaatkan teknologi ini ialah dengan mengoptimalkan Local SEO.

Daftarkan bisnis Anda di Google My Business memakai nama brand yang dilengkapi kata kunci tertentu.

Misal, Bakso Enak H. Dudung Malang.

Ketika ada wisatawan yang sedang pergi ke Malang, kemudian mencari keyword “bakso enak” di Google, bukan tidak mungkin toko Anda yang akan pertama kali muncul.

Masih ada banyak lagi tren digital marketing di tahun ini, yang sebagian besar diprediksi akan semakin berkembang pada tahun mendatang.

Kuncinya, jangan pernah berhenti mengeksplorasi, apalagi keras kepala dengan satu metode. Ciayo!