Digital Marketing untuk UMKM: Urgensi, Tips, dan Strategi

Digital Marketing untuk UMKM: Urgensi, Tips, dan Strategi

Di samping pesatnya pertumbuhan teknologi, kehadiran pandemi Covid-19 turut mempercepat transformasi digital.

Seluruh aspek kehidupan terkena dampaknya. Tidak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya mereka yang cepat beradaptasi, yang akhirnya sanggup bertahan.

Sayangnya, Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat, baru 16% dari 64 juta UMKM di Indonesia yang sudah Go Digital.

“Jika bisnis Anda tidak muncul di internet,” ujar Bill Gates si Pemilik Microsoft, “…maka bisnis Anda akan gulung tikar.”

Sebenarnya, seberapa penting digital marketing (pemasaran daring) bagi para pelaku UMKM? Kemudian, bagaimana tips dan strategi memasarkan produk secara online sehingga mampu mendongkrak penjualan?

Mastah.id merangkum jawabannya dalam artikel berikut hanya untuk Anda!

A. Urgensi Digital Marketing

Allan Dib, penulis buku “The One-Page Marketing Plan” pernah mengungkapkan,

Banyak pemilik usaha menipu dirinya sendiri dengan berpikir, jika produk mereka bagus, maka orang-orang pasti membeli. Padahal sejarah dipenuhi oleh berbagai produk yang luar biasa, tetapi gagal dijual. Produk yang bagus, bahkan super sekalipun, tidaklah cukup. Marketing harus menjadi salah satu aktivitas utama Anda bila ingin sukses.

Sebagaimana offline, marketing secara online telah menjelma sebagai hal mutlak demi mengembangkan bisnis. Berikut ini 3 alasan dan pentingnya digital marketing bagi bisnis UMKM!

  1. Pengguna Internet Terbesar

Masyarakat tanah air telah menjadi bagian penting dari transformasi digital dunia.

Bagaimana tidak? Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa atau setara 73,7 persen dari total populasi.

Data yang dirilis oleh HootSuite dan We Are Social itu juga menyebut, sekitar 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia mengakses internet melalui smartphonenya. Mereka rata-rata menghabiskan waktu selama 8 jam 52 menit untuk berselancar di dunia online.

Jumlah tersebut tentu merupakan “komoditas” yang sayang dilewatkan.

Bayangkan apabila Anda mampu menjangkau 1 persen saja dari total pengguna internet di Indonesia. Lalu, mereka membeli produk Anda, menyukainya, lantas beralih sebagai konsumen yang loyal.

hootsuite we are social 2021

  1. Mampu Bersaing dengan Bisnis Besar

Tidak semua. Namun, banyak bisnis kecil telah terbukti berhasil “melawan” raksasa melalui digital marketing. Mereka tetap survive dan sustain dalam jangka waktu lama.

“Hal terbaik tentang digital marketing adalah…,” menurut Ann Smarty, “bahwa kecerdasan dan kreativitas selalu bisa menang dari anggaran pemasaran yang besar.”

Entah sudah berapa banyak produk yang viral hanya bermodalkan kreativitas di TikTok maupun Instagram. Dana yang dikeluarkan mungkin hampir tidak ada, tetapi mampu mengalahkan brand dengan nilai investasi besar.

  1. Data yang Lebih Terukur

Pernahkah Anda menghitung…

Dari sekian brosur yang disebar, berapa persen yang dibaca oleh pelanggan.

Selanjutnya, berapa persen orang yang akhirnya membeli karena brosur itu.

Lalu, berapa banyak brosur yang ujungnya menumpuk di tong sampah.

Pemasaran ala tradisional tidak mempunyai kemampuan membaca data yang terukur secara valid dan real time. Akibatnya, banyak pelaku UMKM yang beroperasi mengandalkan asumsi belaka.

Perusahaan-perusahaan besar itu dapat terus maju karena mereka memanfaatkan data, sedangkan kita sekadar bermodalkan, “Kayanya yang begini cocok, deh.”

Gubrak!

Digital marketing menawarkan beragam metrik yang valid demi mengukur tingkat keberhasilan aktivitas pemasaran Anda. Data-data tersebut bahkan dapat dilihat saat itu juga, tidak perlu menunggu besok atau seminggu mendatang.

Data yang terukur akan menghasilkan strategi yang tepat dan menciptakan peluang keberhasilan yang lebih tinggi.

jasa facebook ads jakarta
source: neilpatel.com

B. Tips dan Strategi Berjualan Online

Sudah memantapkan diri beralih ke digital?

Bagus!

Waktunya kita berbicara sedikit mengenai tips dan strategi dalam mengoptimalkan digital marketing.

Sebagaimana kata Joe Chernov, “Marketing yang baik membuat perusahaan tampak cerdas. Marketing yang luar biasa justru membuat konsumen merasa cerdas.”

Ini artinya, butuh cara khusus agar kita tidak sembarangan menjalankan aktivitas marketing.

  1. Buka Toko Online-mu!

Langkah termudah yang dapat Anda lakukan sejak awal ialah membangun “rumah”, baik di marketplace maupun bikin website sendiri.

Marketplace atau e-commerce sudah banyak menjamur. Mulai dari Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, BliBli, dan masih banyak lagi.

Layanannya GRATIS.

Penggunaannya pun mudah, tinggal mengatur profil toko dan memasukkan produk kita.

Bedanya, Anda seperti membuka lapak di pasar. Saingannya buaaanyak dan biasanya adu banting harga.

Pilihan lainnya, bangunlah website sendiri apabila Anda mempunyai cukup uang.

Di sana, Anda bebas membangun branding, mengedukasi pelanggan lewat blog, dan tentu saja menampilkan produk.

  1. Aktifkan Media Sosial

Jadilah lebih dekat dengan konsumen melalui media sosial.

Bukan sekadar menawarkan produk, tetapi ajaklah mereka ke dalam komunitas Anda. Bawa mereka menjadi bagian dari aktivitas bisnis Anda, bukan lumbung uang semata.

Buffer, perusahaan jasa manajemen media sosial, menyampaikan bahwa sekitar 37 persen konsumen memutuskan membeli suatu produk setelah melihat di media sosial.

Buatlah akun di Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, maupun Youtube. Definisikan siapa target pasar Anda. Kemudian, selamat bersenang-senang membuat konten yang relevan dan meningkatkan engagement dengan mereka.

  1. Tampil di Google My Business

Hasil pencarian Google akan memprioritaskan daftar Google My Business.

Akibatnya, banyak orang yang tidak perlu scrolling atau mengeklik website tertentu. Mereka sudah memperoleh informasi yang dibutuhkan melalui panduan alamat atau deskripsi singkat di Google My Business.

Google My Business juga menyediakan fitur rating dan review yang dapat menaikkan brand Anda apabila dipenuhi testimoni positif.

Ssst…

Survei dari Bright Local pada tahun 2020 menunjukkan, lebih dari 86 persen orang mempercayai ulasan online seperti mereka meyakini rekomendasi temannya.

bikin google my business

  1. Ceritakan Kisah Anda

Di era keterbukaan ini, konsumen menyukai interaksi yang tidak dibuat-buat.

Mereka ingin tahu siapa Anda. Berceritalah dan terbuka mengenai bisnis Anda, para staf di belakang layar, maupun nilai-nilai yang ditawarkan perusahaan.

Para pelaku UMKM dapat bercerita tentang perjuangan mereka membangun bisnis dari nol. Ketika belum memiliki apa-apa.

Atau…

Betapa beratnya membuka usaha di wilayah pelosok dengan akses internet terbatas dan infrastruktur jalan yang kurang memadai.

Anda bisa mencoba buat video-video pendek. Lalu, mengunggahnya di Instagram Story, YouTube, hingga TikTok.

Di Amerika sana, lebih dari 85 persen pengguna internet lebih memilih video dibandingkan konten gambar biasa, loh.

  1. Periklanan Digital

Masih ada modal tersisa?

Tidak ada salahnya Anda menjajal iklan digital, seperti Facebook/Intagram Ads dan Google Ads.

Jangan lupa pula mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO), meskipun cara ini membutuhkan waktu yang lebih lama.

Beriklan secara digital membuka kesempatan memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan dalam waktu relatif lebih cepat.

Kalaupun belum mencapai target closing, kontak atau lead yang masuk dapat menjadi aset untuk Anda follow up secara berkala.

***

Dunia digital merupakan dunia yang dinamis. Para pelaku UMKM yang bermain di dunia tersebut harus mau terus belajar dan memperbarui pengetahuan maupun strateginya. Anda wajib beradaptasi dengan cepat. Taktik yang berhasil bulan ini, belum tentu berhasil pula di bulan depan.