Digital Marketing untuk UMKM: Urgensi, Tips, dan Strategi

Digital Marketing untuk UMKM: Urgensi, Tips, dan Strategi

Di samping pesatnya pertumbuhan teknologi, kehadiran pandemi Covid-19 turut mempercepat transformasi digital.

Seluruh aspek kehidupan terkena dampaknya. Tidak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya mereka yang cepat beradaptasi, yang akhirnya sanggup bertahan.

Sayangnya, Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat, baru 16% dari 64 juta UMKM di Indonesia yang sudah Go Digital.

“Jika bisnis Anda tidak muncul di internet,” ujar Bill Gates si Pemilik Microsoft, “…maka bisnis Anda akan gulung tikar.”

Sebenarnya, seberapa penting digital marketing (pemasaran daring) bagi para pelaku UMKM? Kemudian, bagaimana tips dan strategi memasarkan produk secara online sehingga mampu mendongkrak penjualan?

Mastah.id merangkum jawabannya dalam artikel berikut hanya untuk Anda!

A. Urgensi Digital Marketing

Allan Dib, penulis buku “The One-Page Marketing Plan” pernah mengungkapkan,

Banyak pemilik usaha menipu dirinya sendiri dengan berpikir, jika produk mereka bagus, maka orang-orang pasti membeli. Padahal sejarah dipenuhi oleh berbagai produk yang luar biasa, tetapi gagal dijual. Produk yang bagus, bahkan super sekalipun, tidaklah cukup. Marketing harus menjadi salah satu aktivitas utama Anda bila ingin sukses.

Sebagaimana offline, marketing secara online telah menjelma sebagai hal mutlak demi mengembangkan bisnis. Berikut ini 3 alasan dan pentingnya digital marketing bagi bisnis UMKM!

  1. Pengguna Internet Terbesar

Masyarakat tanah air telah menjadi bagian penting dari transformasi digital dunia.

Bagaimana tidak? Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa atau setara 73,7 persen dari total populasi.

Data yang dirilis oleh HootSuite dan We Are Social itu juga menyebut, sekitar 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia mengakses internet melalui smartphonenya. Mereka rata-rata menghabiskan waktu selama 8 jam 52 menit untuk berselancar di dunia online.

Jumlah tersebut tentu merupakan “komoditas” yang sayang dilewatkan.

Bayangkan apabila Anda mampu menjangkau 1 persen saja dari total pengguna internet di Indonesia. Lalu, mereka membeli produk Anda, menyukainya, lantas beralih sebagai konsumen yang loyal.

hootsuite we are social 2021

  1. Mampu Bersaing dengan Bisnis Besar

Tidak semua. Namun, banyak bisnis kecil telah terbukti berhasil “melawan” raksasa melalui digital marketing. Mereka tetap survive dan sustain dalam jangka waktu lama.

“Hal terbaik tentang digital marketing adalah…,” menurut Ann Smarty, “bahwa kecerdasan dan kreativitas selalu bisa menang dari anggaran pemasaran yang besar.”

Entah sudah berapa banyak produk yang viral hanya bermodalkan kreativitas di TikTok maupun Instagram. Dana yang dikeluarkan mungkin hampir tidak ada, tetapi mampu mengalahkan brand dengan nilai investasi besar.

  1. Data yang Lebih Terukur

Pernahkah Anda menghitung…

Dari sekian brosur yang disebar, berapa persen yang dibaca oleh pelanggan.

Selanjutnya, berapa persen orang yang akhirnya membeli karena brosur itu.

Lalu, berapa banyak brosur yang ujungnya menumpuk di tong sampah.

Pemasaran ala tradisional tidak mempunyai kemampuan membaca data yang terukur secara valid dan real time. Akibatnya, banyak pelaku UMKM yang beroperasi mengandalkan asumsi belaka.

Perusahaan-perusahaan besar itu dapat terus maju karena mereka memanfaatkan data, sedangkan kita sekadar bermodalkan, “Kayanya yang begini cocok, deh.”

Gubrak!

Digital marketing menawarkan beragam metrik yang valid demi mengukur tingkat keberhasilan aktivitas pemasaran Anda. Data-data tersebut bahkan dapat dilihat saat itu juga, tidak perlu menunggu besok atau seminggu mendatang.

Data yang terukur akan menghasilkan strategi yang tepat dan menciptakan peluang keberhasilan yang lebih tinggi.

jasa facebook ads jakarta
source: neilpatel.com

B. Tips dan Strategi Berjualan Online

Sudah memantapkan diri beralih ke digital?

Bagus!

Waktunya kita berbicara sedikit mengenai tips dan strategi dalam mengoptimalkan digital marketing.

Sebagaimana kata Joe Chernov, “Marketing yang baik membuat perusahaan tampak cerdas. Marketing yang luar biasa justru membuat konsumen merasa cerdas.”

Ini artinya, butuh cara khusus agar kita tidak sembarangan menjalankan aktivitas marketing.

  1. Buka Toko Online-mu!

Langkah termudah yang dapat Anda lakukan sejak awal ialah membangun “rumah”, baik di marketplace maupun bikin website sendiri.

Marketplace atau e-commerce sudah banyak menjamur. Mulai dari Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, BliBli, dan masih banyak lagi.

Layanannya GRATIS.

Penggunaannya pun mudah, tinggal mengatur profil toko dan memasukkan produk kita.

Bedanya, Anda seperti membuka lapak di pasar. Saingannya buaaanyak dan biasanya adu banting harga.

Pilihan lainnya, bangunlah website sendiri apabila Anda mempunyai cukup uang.

Di sana, Anda bebas membangun branding, mengedukasi pelanggan lewat blog, dan tentu saja menampilkan produk.

  1. Aktifkan Media Sosial

Jadilah lebih dekat dengan konsumen melalui media sosial.

Bukan sekadar menawarkan produk, tetapi ajaklah mereka ke dalam komunitas Anda. Bawa mereka menjadi bagian dari aktivitas bisnis Anda, bukan lumbung uang semata.

Buffer, perusahaan jasa manajemen media sosial, menyampaikan bahwa sekitar 37 persen konsumen memutuskan membeli suatu produk setelah melihat di media sosial.

Buatlah akun di Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, maupun Youtube. Definisikan siapa target pasar Anda. Kemudian, selamat bersenang-senang membuat konten yang relevan dan meningkatkan engagement dengan mereka.

  1. Tampil di Google My Business

Hasil pencarian Google akan memprioritaskan daftar Google My Business.

Akibatnya, banyak orang yang tidak perlu scrolling atau mengeklik website tertentu. Mereka sudah memperoleh informasi yang dibutuhkan melalui panduan alamat atau deskripsi singkat di Google My Business.

Google My Business juga menyediakan fitur rating dan review yang dapat menaikkan brand Anda apabila dipenuhi testimoni positif.

Ssst…

Survei dari Bright Local pada tahun 2020 menunjukkan, lebih dari 86 persen orang mempercayai ulasan online seperti mereka meyakini rekomendasi temannya.

bikin google my business

  1. Ceritakan Kisah Anda

Di era keterbukaan ini, konsumen menyukai interaksi yang tidak dibuat-buat.

Mereka ingin tahu siapa Anda. Berceritalah dan terbuka mengenai bisnis Anda, para staf di belakang layar, maupun nilai-nilai yang ditawarkan perusahaan.

Para pelaku UMKM dapat bercerita tentang perjuangan mereka membangun bisnis dari nol. Ketika belum memiliki apa-apa.

Atau…

Betapa beratnya membuka usaha di wilayah pelosok dengan akses internet terbatas dan infrastruktur jalan yang kurang memadai.

Anda bisa mencoba buat video-video pendek. Lalu, mengunggahnya di Instagram Story, YouTube, hingga TikTok.

Di Amerika sana, lebih dari 85 persen pengguna internet lebih memilih video dibandingkan konten gambar biasa, loh.

  1. Periklanan Digital

Masih ada modal tersisa?

Tidak ada salahnya Anda menjajal iklan digital, seperti Facebook/Intagram Ads dan Google Ads.

Jangan lupa pula mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO), meskipun cara ini membutuhkan waktu yang lebih lama.

Beriklan secara digital membuka kesempatan memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan dalam waktu relatif lebih cepat.

Kalaupun belum mencapai target closing, kontak atau lead yang masuk dapat menjadi aset untuk Anda follow up secara berkala.

***

Dunia digital merupakan dunia yang dinamis. Para pelaku UMKM yang bermain di dunia tersebut harus mau terus belajar dan memperbarui pengetahuan maupun strateginya. Anda wajib beradaptasi dengan cepat. Taktik yang berhasil bulan ini, belum tentu berhasil pula di bulan depan.

Bikin Caption Instagram Mudah Pakai Teknik B-A-B

Bikin Caption Instagram Mudah Pakai Teknik B-A-B

Apakah kamu masih sering bingung saat harus menulis caption di Instagram maupun Facebook?

Bisa dibilang, menulis caption memang gampang-gampang susah.

Kreator pemula atau social media specialist junior umumnya memiliki masalah tersendiri dalam urusan ini.

Padahal, kalau kita mengetahui formula yang tepat, menulis caption bisa jadi lebih mudah, loh.

Salah satu teknik Copywriting yang dapat kamu pakai ialah teknik B-A-B alias Before-After-Bridge.

Teknik ini akan membuat caption-mu menjadi lebih tersusun dan efektif dalam menjelaskan konten.

Apa itu teknik B-A-B, dan bagaimana menerapkannya? Check it out!

B – Before

Pada bagian awal tulisanmu, jelaskanlah kondisi yang dialami audience saat ini.

Terangkan apa yang menjadi masalah mereka serta situasi dan keadaan yang mereka alami sebelum melihat kontenmu.

A – After

Di paragraf berikutnya, ungkapkan secara spesifik kondisi ideal yang diharapkan audience.

Tuliskan perubahan apa yang bisa mereka peroleh setelah membaca atau melihat konten kita.

B – Bridge

Terakhir, paparkan solusi yang dapat diterapkan oleh audience demi menyelesaikan masalahnya.

Sebutkan apa yang bisa dilakukan mereka, melalui kontenmu, untuk mengubah keadaan dari Before menuju After.

Masih bingung? Coba deh perhatikan kembali tulisan ini dari awal.

Dalam versi yang bisa disederhanakan lagi, artikel yang kamu baca ini juga menggunakan teknik Before-After-Bridge.

“Apakah kamu masih sering bingung saat harus menulis caption di Instagram maupun Facebook?”

Paragraf ini adalah BEFORE.

Kondisi audience sebelum membaca konten kita.

“Padahal, kalau kita mengetahui formula yang tepat, menulis caption bisa jadi lebih mudah, loh.

Salah satu teknik Copywriting yang dapat kamu pakai ialah teknik B-A-B alias Before-After-Bridge.

Teknik ini akan membuat caption-mu menjadi lebih tersusun dan efektif dalam menjelaskan konten.”

Sedangkan paragraf ini adalah AFTER.

Kondisi ideal yang diharapkan oleh audience.

“Apa itu teknik B-A-B, dan bagaimana menerapkannya? Check it out!”

Paragraf ini hingga penjabaran mengenai teknik B-A-B termasuk BRIDGE.

Pada paragraf inilah, audience memahami bagaimana mengubah keadaan dari BEFORE menuju AFTER melalui konten kita.

Sudah mulai paham?

Kunci menulis caption bukanlah bakat, melainkan latihan yang dikerjakan secara konsisten dan semangat untuk terus belajar serta memperbaiki diri.

Semakin banyak jam terbang kita, biasanya semakin terasa lebih mudah.

Yuk, nulis!

Website Sepi? Ini 5 Tips Mudah Datangkan Traffic

Website Sepi? Ini 5 Tips Mudah Datangkan Traffic

Bisnis Anda sudah mulai go online? Sudah bikin website?

Bagus!

Tapi itu belum cukup…

Bagaimana mau menghasilkan penjualan, jika website kita tidak ada yang mengunjungi?!

Ibarat buka toko di pinggir jalan, lalu berharap orang datang begitu saja tanpa menjalankan aktivitas MARKETING.

Nggak ada sales yang sebar brosur.

Nggak ada teriakan-teriakan yang mengajak, “Boleh kak, promo kuenya beli 2 gratis 1. Silakan mampir…”

Di artikel kali ini, Mastah.id akan sedikit sharing mengenai Traffic Website: Mengapa traffic itu penting dan bagaimana langkah mendongkrak traffic website?

Mengapa Traffic itu Penting?

Secara sederhana, traffic website merujuk pada setiap orang yang masuk ke dalam website kita.

Kegiatan masuk tersebut direkam sebagai kunjungan (visit).

Traffic ini dihitung berbeda dari masing-masing halaman (page) pada website Anda. Itu artinya, setiap halaman berdiri independen.

Contohnya…

Mastah.id memiliki dua halaman: Home dan Kontak.

Apabila Anda masuk ke halaman Home, maka terhitung 1 traffic.

Selanjutnya apabila Anda masuk ke halaman Kontak, maka terhitung pula 1 traffic meskipun dari pengunjung yang sama.

Tidak peduli halaman mana yang dituju, selama ada pengunjung, maka data merekamnya sebagai traffic.

Website dengan traffic yang tinggi memiliki setidaknya 3 keuntungan berikut:

  1. Menaikkan kesempatan closing sehingga turut menghasilkan potensi penjualan dari total jumlah pengunjung.
  2. Meningkatkan brand awareness dan exposure sehingga orang-orang semakin mengenal produk dan layanan Anda.
  3. Memperoleh revenue dari iklan sponsor. Manfaat ini biasanya dirasakan oleh portal berita. Mereka menyediakan slot banner iklan dengan tarif tertentu.

Setelah memahami pentingnya traffic website, bagaimana langkah berikutnya untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung?

Berikut ini 5 tipsnya dari Mastah.id

5 Tips Mudah Meningkatkan Traffic Website

  1. Paid Advertising

Paid advertising alias iklan berbayar merupakan cara termudah untuk mendatangkan traffic.

Tapi tentunya Anda harus merogoh dompet.

Beberapa jenis paid advertising yang bisa Anda jajal, antara lain:

  1. Search Ads. Melalui iklan ini, halaman website Anda akan tampil di halaman pencarian google ketika orang mengetikkan sebuah kata kunci.
  2. Social Media Marketing. Beriklan di media sosial bukan hanya mampu mendongkrak traffic, melainkan juga meningkatkan engagement dan brand awareness.
  3. Display Advertising. Iklan tipe ini tampil di tempat tertentu di dalam website, biasanya berbentu banner ads atau video ads.

  1. Promosikan Website di Media Sosial

Dengan pengguna aktif mencapai jutaan user per hari, media sosial menjadi wadah efektif untuk mempromosikan apa pun.

Termasuk website kita.

Platform seperti Facebook dan Instagram cocok bagi website di bidang e-commerce, food & beverages, kecantikan, hingga berita terkini.

Sedangkan platform semisal LinkedIn lebih tepat diisi dengan konten seputar tips, pekerjaan, maupun kabar terbaru mengenai industri dan perusahaan tertentu.

Jangan lupakan pula Twitter, YouTube, bahkan TikTok.

Banyaklah bereksperimen sampai menemukan platform yang paling sesuai dengan model bisnis Anda.

  1. Guest Blogging

Mengunjungi blog atau website orang lain, kemudian memberikan komentar di sana sangat berguna untuk menaikkan traffic website kita.

Karenanya, penting bagi Anda maupun tim marketing masuk dalam komunitas blog.

Para member biasanya punya ikatan kuat untuk saling mengunjungi blog masing-masing, sebab cara demikian juga akan mendongkrak nilai kunjungan blog mereka.

Saat mereka komentar di website Anda, rajinlah untuk membalasnya.

Tidak hanya itu, Guest Blogging pun memiliki keuntungan berupa memperluas jaringan pribadi, menunjukkan pada Anda traffic yang benar-benar tertarget, serta memperbaiki ranking website di SERP (search engine result pages).

Ditambah, nilai backlink dan online authority website kemungkinan besar ikut naik.

  1. Wawancara Tokoh Penting

Old but gold.

Cara ini mungkin terkesan kuno.

Namun masih dipakai hingga sekarang dalam bentuk yang beragam, dan hasilnya cukup memuaskan.

Public figure maupun tokoh penting lainnya selalu mengundang traffic.

Dalam konteks website, cobalah berkolaborasi dengan mereka dalam suatu wawancara eksklusif, mengadakan webinar, atau mengisi podcast.

Kemudian masukkan ke dalam website Anda demi menarik traffic lebih banyak.

  1. Pastikan Website Anda Responsive

Bukan hanya sibuk mengajak orang supaya berkunjung, perhatikan pula kondisi dapur kita.

Percantik desain website Anda.

Rapikan posisi teks dan gambar.

Percepat loading halaman.

Susun konten sesuai kategori masing-masing.

Terlebih, pastikan tampilan website tidak berantakan ketika dibuka melalui device yang berbeda, baik di PC maupun mobile.

***

Menaikkan traffic website bukanlah proses yang instan.

Butuh ketekunan, disiplin, dan kesabaran.

Kecuali, Anda punya cukup banyak uang untuk jor-joran dalam Paid Advertising, hehe.

5 Tren Digital Marketing di Tahun 2021

5 Tren Digital Marketing di Tahun 2021

Bagi para pemilik bisnis atau orang marketing, selalu menarik rasanya memperhatikan tren digital marketing di masa lalu dan masa depan.

Termasuk tahun 2021 ini…

Tiada alasan lain kecuali untuk menyusun strategi pemasaran berdasarkan perkembangan teknologi dan tren yang tengah berlangsung.

Dilansir dari berbagai sumber, Mastah.id menemukan setidaknya ada 7 tren digital marketing di sepanjang tahun 2021, yaitu:

  1. Artificial Intelligence
  2. Omnichannel Marketing
  3. Video Marketing
  4. Social Media Stories
  5. Geofencing Technology

Bagaimana penjelasan sederhana dari masing-masing tren tersebut?

Yuk, lanjutkan scrolling-nya!

  1. Artificial Intelligence

Tahun 2021-2022 diprediksi jadi momentum The Rise of AI, Masa Kebangkitan Artificial Intelligence.

AI bukan lagi sekadar istilah keren-kerenan.

Menurut Gartner, perusahaan riset teknologi asal Amerika Serikat, fitur AI sudah tersedia di hampir seluruh software baru sepanjang tahun 2020.

Berikut ini alasan utama mengapa sejumlah perusahaan mengandalkan AI dalam bisnis mereka:

Kecerdasan buatan dikenal sanggup menganalisis perilaku konsumen dan pola pencarian di internet, serta memanfaatkan data dari media sosial maupun blog untuk membantu bisnis memahami bagaimana konsumen menemukan produk dan layanan mereka.

Karenanya, bisnis yang mengadopsi kecerdasan buatan, berpeluang besar dalam memangkas pengeluaran staf dan mempercepat pertumbuhan perusahaan.

AI sudah banyak diimplementasikan dalam produk digital.

Contoh yang paling terlihat ialah penggunaan AI sebagai Chatbot.

Dalam praktiknya, Chatbot akan menjadi perangkat lunak yang memproses bahasa secara alami.

Dilengkapi AI, Chatbot dapat menguraikan apa yang diinginkan pelanggan dan membuat mereka seakan-akan sedang mengobrol dengan manusia sungguhan.

  1. Omnichannel Marketing

Bisnis Anda sudah punya akun Instagram, tapi belum punya website?

Atau sebaliknya, punya website tetapi nggak bikin akun media sosial?

Lupakan gaya lama ini!

Tren menunjukkan, banyak perusahaan kini menerapkan model omnichannel marketing.

Yaitu…

Metode pemasaran yang mengandalkan banyak platform sekaligus.

Mulai dari website, media sosial, messenger, email, sampai toko fisik.

Semua platform saling terhubung dengan menampilkan konten yang selarasa dan saling melengkapi.

Dengan demikian, konsumen dapat menemukan brand Anda dengan mudah di platform manapun.

Dibandingkan dengan satu channel, pemasaran yang memanfaatkan banyak channel cenderung mempunyai tingkat engagement dan jumlah pembelian hingga 250% lebih tinggi, loh!

  1. Video Marketing

YouTube, TikTok, dan Instagram Reels menunjukkan video marketing telah menjelma sebagai media pemasaran paling penting.

Bukan hanya kini, mungkin sampai 5-10 tahun mendatang.

Seberapa penting video marketing bagi bisnis Anda?

Coba perhatikan data ini:

  • 70% konsumen mengaku pernah membagikan sebuah video dari brand tertentu (Wyzowl)
  • 72% bisnis mengaku video marketing telah meningkatkan conversion rate mereka. (Wyzowl)
  • 52% konsumen mengakui bahwa menonton video membuat mereka lebih percaya diri untuk membeli sesuatu. (Invodo)
  • 65% eksekutif bisnis mengunjungi website calon vendor dan 39% di antaranya segera menelepon setelah menonton video. (Forbes)

Video marketing sejauh ini juga menjadi cara paling top untuk memperkenalkan produk dan layanan terbaru.

Siapkan budget untuk bikin video, ya.

  1. Social Media Stories

Berawal dari Snapchat, kini platform media sosial satu per satu mulai memperkenalkan fitur Stories.

Instagram, Whatsapp, dan Facebook tak mau kalah.

Bahkan YouTube yang jelas-jelas seluruh kontennya berisi video, tetap menghadirkan fitur ini.

Pada dasarnya, Stories memperdaya sifat FOMO (fear of missing out) pada manusia.

Karena dapat menghilang dalam waktu cepat, hanya bertahan 24 jam, fitur Stories justru biasanya lebih banyak ditonton daripada konten biasa.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama tahu.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama nge-share.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama nonton.

Untuk mendorong interaksi, cobalah beberapa cara berikut ketika meng-upload Stories:

  • Gunakan fitur polling pada Instagram Stories
  • Tambahkan link yang mengarah ke website kita
  • Masukkan tag lokasi
  • Mention brand lain atau follower Anda
  • Sesekali bikin live video
  • Buat call-to-action yang jelas
  1. Geofencing Technology

Pernah nggak sih, lagi main ke suatu tempat, lalu mendapat notifikasi dari KFC di wilayah itu?

Inilah yang disebut dengan Geofencing Technology. Metode pemasaran ini memungkinkan bisnis kita untuk menargetkan calon konsumen di daerah tertentu.

Tren metode ini diperkirakan akan terus tumbuh.

Nilai pasarnya dapat mengalami lonjakan hingga 2,4 miliar US Dolar pada tahun 2023.

Salah satu cara mudah memanfaatkan teknologi ini ialah dengan mengoptimalkan Local SEO.

Daftarkan bisnis Anda di Google My Business memakai nama brand yang dilengkapi kata kunci tertentu.

Misal, Bakso Enak H. Dudung Malang.

Ketika ada wisatawan yang sedang pergi ke Malang, kemudian mencari keyword “bakso enak” di Google, bukan tidak mungkin toko Anda yang akan pertama kali muncul.

Masih ada banyak lagi tren digital marketing di tahun ini, yang sebagian besar diprediksi akan semakin berkembang pada tahun mendatang.

Kuncinya, jangan pernah berhenti mengeksplorasi, apalagi keras kepala dengan satu metode. Ciayo!

6 Rekomendasi Buku Tentang Social Media Marketing

6 Rekomendasi Buku Tentang Social Media Marketing

Selama beberapa tahun terakhir, media sosial menjadi tempat yang tepat untuk memasarkan produk.

Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, hingga platform video yang sekarang tengah naik daun TikTok.

Masing-masing platform punya karakternya sendiri.

Masing-masing platform juga punya algoritma tersendiri yang senantiasa berubah-ubah.

Alhasil, butuh strategi khusus dan berbeda-beda agar brand kita bisa menang di setiap platform tersebut.

Mau mendalami Social Media Marketing, tapi masih bingung belajar dari mana?

Berikut ini, Mastah.id kasih 6 rekomendasi supaya kamu dapat lebih paham mengenai Social Media Marketing. Yuk, sama-sama belajar!

  1. BREAK THROUGH THE NOISE

Konon, konten video lebih banyak disukai dan dibagikan oleh para pengguna media sosial, dibandingkan gambar atau foto biasa.

Namun, bagaimana cara membuat konten video yang shareable?

Break Through The Noise akan mengajarkan kita membuat konten video untuk mempromosikan bisnis.

Buku yang dikarang oleh Tim Staples ini juga memuat 9 aturan supaya video kita menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang (The 9 Rules to Capture Global Attention).

Cocok sekali buat kamu yang lagi fokus membuat konten di TikTok, Youtube, IGTV, maupun platform video lainnya.

  1. CONTAGIOUS; Rahasia di Balik Produk dan Gagasan yang Populer

Di samping meningkatkan penjualan, para pemilik bisnis ingin sekali konten mereka VIRAL di dunia maya.

Mungkin kamu juga seperti itu.

Bermimpi brand dan produk kita jadi buah bibir netizen.

Jonah Berger melalui buku ini akan menjelaskan 6 hal kunci yang menjadi syarat agar sebuah gagasan, produk, atau apa pun itu selalu dibicarakan orang-orang di luar sana.

Keenam hal tersebut, yaitu…

Baca sendiri ya bukunya, hehe.

  1. START WITH WHY

“Mengapa?”

Mengapa kamu memilih Instagram sebagai media pemasaran?

Mengapa kamu sangat ingin membuat video di TikTok?

Mengapa kamu mau beriklan di Facebook?

Walaupun tidak spesifik membahas Social Media Marketing, buku yang ditulis oleh Simon Sinek ini akan mengajak kita berpikir kembali tentang alasan di balik setiap keputusan dan langkah yang diambil.

Ketika tujuan bergelut di media sosial sudah lebih clear, biasanya kita jadi lebih mudah menyusun milestone, mengukur progress, serta mengevaluasi setiap capaian.

  1. INFLUENCE; The Psychology of Persuasion

Marketing selalu tentang bagaimana mempengaruhi orang lain.

Termasuk lewat media sosial.

Robert B. Cialdini, Profesor Psikologi di Arizona State University, akan menjabarkan 6 prinsip supaya tim marketing dan sales kamu menjadi lebih persuasif.

Menariknya, buku ini merupakan riset panjang yang dilakukan selama 35 tahun.

Bahkan Robert tidak segan-segan melamar sebagai sales penjual mobil dan pramusaji untuk menguji hipotesisnya.

Siap baca dan praktikkan?

  1. THIS IS MARKETING

Tidak ada seorang ahli yang tidak menguasai teknik dasar.

Terkadang, orang menjadi hebat justru karena melatih teknik dasarnya dengan konsisten.

Karenanya, sebelum jauh mengelola media sosial, tim pemasaran juga sudah harus menguasai teori dasar marketing secara umum.

Buku yang disusun inspirator ulung, Seth Godin, ini berisi seluk-belum dunia marketing.

Mulai dari cara membangun kepercayaan, membidik target pasar, hingga seni memposisikan diri.

Godin juga mengungkapkan alasan mengapa cara terbaik untuk mencapai tujuan pemasaran ialah dengan membantu orang lain.

Wawasan dan contoh kasus dalam buku ini akan sedikit membuat kamu menyusun ulang strategi marketing yang selama ini diterapkan.

Wow, segitunya, loh!

  1. NON OBVIOUS: How to Predict Trends and Win The Future

Membaca tren yang sedang berkembang merupakan salah satu tugas utama para pengelola media sosial.

Berdasarkan pembacaan tersebut, maka strategi konten bisa disusun.

Melalui buku ini, Rohit Bhargava memaparkan 15 tren di masa depan, yang terbagi dalam 5 kategori.

Penulis juga akan mengajarkan cara memprediksi tren. Modal yang baik untuk mempercepat pertumbuhan media sosial bisnismu.

Di antara keenam buku di atas, sudah ada yang pernah kamu baca?

6 Tips Copywriting untuk Jualan Hewan Kurban

6 Tips Copywriting untuk Jualan Hewan Kurban

Walaupun musiman, keuntungan dari bisnis hewan kurban itu sangat menggiurkan.

Terkadang, laba yang diperoleh selama satu bulan, cukup buat makan satu tahun.

Wow!

Nggak heran, banyak orang mulai berjualan kambing dan sapi kurban ketika mendekati Hari Raya Idul Adha.

Mulai dari peternak, owner bisnis aqiqah, sampai karyawan kantoran yang mau mencari duit sampingan.

Terlebih di masa pandemi ini.

Di saat sebagian besar dari kita kena PHK dan kehilangan pekerjaan tetap.

Bukan tidak mungkin masyarakat akan berbondong-bondong banting setir jualan kurban.

Bisa jadi kamu salah satunya…

Buat sedikit membantu kamu, Mastah.id punya 6 tips menulis copywriting buat jualan hewan kurban.

Copywriting ini bisa kamu terapkan untuk beriklan di Whatsapp maupun media sosial seperti Facebook dan Instagram. Selamat mencoba!

  1. Kenali Target Pasar

Menyusun detail profil target market 10 kali lebih penting dari copywriting-nya.

Sebelum jauh-jauh menulis materi iklan, kenali dulu siapa dan bagaimana karakter dari calon customer.

Apakah laki-laki, perempuan, atau keduanya.

Berapa rata-rata usia customer yang kamu bidik.

Apa latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.

Berjualan hewan kurban bagi mereka yang budget-nya terbatas tentu beda strateginya dengan mereka yang rajin main ke mall.

  1. Pikirkan Manfaat yang Bisa Kamu Berikan

Memangnya apa manfaat lain selain konsumen akan mendapatkan hewan kurban sesuai pesanannya?

Hush!

Itulah pentingnya mengenali target pasar.

Sebab, salah satu unsur penting dalam menulis copywriting adalah: apa keuntungan yang didapat konsumen apabila membeli hewan kurban di tempat kita.

Perhatikan kepentingan konsumen, bukan kepentingan kita pribadi.

Contohnya lembaga-lembaga sosial seperti ACT dan Laznas BSM Umat yang menyalurkan daging kurban ke wilayah pelosok.

Di samping menunaikan ibadah kurban, konsumen dapat sekaligus beramal bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

  1. Hilangkan Kalimat Penawaran yang Jelek dan Samar

Contoh kalimat penawaran yang kurang baik:

“Sapi kami merupakan pilihan terbaik dengan ukuran besar dan gemuk.”

Kalimat penawaran yang lebih baik:

“Sapi kami dikirim langsung dari Bali dengan berat rata-rata sekitar xx – xx kg. Tanpa cacat, seluruh anggota badan lengkap.”

  1. Hindari Testimoni yang Muluk-muluk

Social proof memang salah satu elemen utama dalam copywriting.

Tetapi menulis testimoni yang berlebihan, apalagi palsu, hanya akan dibaca sekilas.

Semua orang suka cerita.

Sampaikanlah testimoni yang bercerita untuk meyakinkan pembeli.

Contoh testimoni berlebihan yang tidak bermakna:

“Kambing yang dijual toko X terjamin kualitasnya. Kondisi oke dan perawatannya juga bagus.”

Contoh testimoni yang lebih baik:

“Awalnya saya tidak yakin dengan toko X. Foto di Instagramnya sih masih sedikit. Tetapi setelah survei langsung ke kandangnya, saya langsung suka. Kambing-kambingnya terawat. Pelayanan di sana juga sangat ramah dan fast response pas saya Whatsapp. Malah saya diberikan ongkir gratis sampai di rumah. Recommended, deh.”

  1. Jangan Sibuk Membicarakan Diri Sendiri

Nggak penting kamu siapa.

Yang penting adalah apa yang kamu berikan untuk pelanggan.

Terus-menerus membicarakan diri sendiri justru menjadi omong kosong.

Mulailah menceritakan bagaimana hewan kurban kita mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Contoh penawaran yang terlalu banyak membicarakan diri sendiri:

“Toko kami memiliki sejumlah penghargaan bergengsi dan berpengalaman puluhan tahun di dunia kurban.”

Contoh penawaran yang lebih baik:

“Kami menjamin hewan kurban Anda akan terkirim maksimal 24 jam setelah pembayaran.”

  1. Optimalkan Headline dengan Angka dan Scarcity

Headline itu sama dengan iklannya iklan kamu.

Artinya, membuat headline yang tepat sangat penting supaya iklanmu dibaca orang.

Kalau sejak headline sudah tidak menarik, jangankan membaca isi iklan, calon customer mungkin cuma scroll iklan kamu ke konten lain.

Mengoptimalkan headline untuk berjualan hewan kurban bisa dengan du acara, yaitu memakai angka dan teknik scarcity.

Judul iklan yang disertai angka akan menambah nilai psikologis bagi pembaca.

Dalam kasus lain, angka juga menjadi social proof yang meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Contohnya begini:

“Lebih dari 10.000 orang telah membeli hewan kurban mereka tahun lalu di sini.”

“Kurban Anda akan disalurkan bagi 100 keluarga tidak mampu di NTT.”

Di samping itu, cobalah menggunakan teknik scarcity atau kelangkaan.

Penawaran yang dibatasi waktu akan menciptakan efek ekslusif sekaligus “memaksa” orang untuk segera membeli.

Contohnya begini:

“Hanya 3 Hari! Diskon 10% untuk sapi terbaik pilihan Anda.”

“Pesan sekarang karena harga naik 7 hari lagi.”

***

Membicarakan copywriting tentu tidak ada habisnya.

Kamu boleh menjajal teori dan metode apa pun.

Coba lagi, evaluasi lagi, jalankan lagi.

Begitu seterusnya.

Semoga berkah dan sukses jualan hewan kurbannya, ya!

Marketing Flywheel: Pengertian, Proses, dan Tahapannya

Marketing Flywheel: Pengertian, Proses, dan Tahapannya

Selama bertahun-tahun dunia pemasaran mengenal istilah Marketing Funnel.

Strategi ini biasanya terdiri dari beberapa tahapan (stage) supaya calon konsumen membeli produk atau memakai jasa kita.

Contohnya begini, kamu memancing orang-orang melalui iklan di Facebook dan Instagram. Ini tahap pertama.

Lalu, orang itu mengeklik iklan, lantas masuk ke halaman penjualan (landing page).

Jika tertarik, si calon pelanggan akan menekan tombol CTA.

Kemudian masuk ke nomor admin, hingga akhirnya memesan produk.

Ibarat corong (funnel), setiap tahapan akan terus mengerucut.

Jumlah orang yang mengeklik CTA tentu lebih sedikit dibandingkan total pengunjung landing page kita.

Jumlah orang yang benar-benar menghubungi admin umumnya lebih sedikit daripada yang mengeklik tombol CTA.

Untuk mengaplikasikan Marketing Funnel, kita biasanya menggunakan model AIDA yang ditemukan pada 1898 oleh Elias St. Elmo Lewis. Secara sederhana, AIDA berarti:

Attention – Interest – Desire – Action

Tidak ada yang salah dengan Marketing Funnel.

Namun, para pakar marketing perlahan melihat ada lubang menganga di dalam strategi ini. Ada yang kurang. Ada yang tidak sempurna.

Maka berkembanglah metodologi MARKETING FLYWHEEL.

Apa dan Mengapa Marketing Flywheel itu Lahir?

Zaman berganti, perilaku konsumen pun berubah.

Marketing Funnel menjadikan konsumen sebagai output.

Akibatnya, orang-orang marketing dan sales menghabiskan energi mereka untuk mencari trafik sebanyak-banyaknya, demi mendapatkan PELANGGAN BARU setiap hari.

Prosesnya berhenti sampai di situ.

Cara ini cenderung melelahkan. Sebab, energi akan terbuang “percuma”.

Andai saja energi untuk menghasilkan penjualan dapat lebih diefisiensikan lagi. Berputar terus tanpa perlu kita sendiri yang bekerja.

Di samping harus selalu menawarkan barang agar memperoleh customer baru, banyak orang juga sudah mulai skeptis dan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh para salesperson.

Butuh effort lebih besar untuk meyakinkan calon konsumen.

Bagaimana solusinya?

Alih-alih menempatkan konsumen sebagai tujuan akhir, metode Marketing Flywheel memposisikan pelanggan di TITIK SENTRAL.

Marketing Flywheel merupakan model yang menjelaskan besar momentum atau pertumbuhan bisnis ketika kita meningkatkan nilai customer experience.

Seperti flywheel alias roda gila, strategi ini bekerja dengan meningkatkan momentum sebuah mesin. Dalam hal ini, kekuatan pelanggan dikumpulkan demi menggerakkan bisnis.

Konsep Marketing Flywheel mengedepankan kepuasan pelanggan (aftersales) sehingga mereka menjelma sebagai happy customer yang bahkan tanpa segan ikut memasarkan produk dan jasa kita kepada orang lain.

Tanpa disuruh.

Tanpa diperintah.

Murni atas inisiatif pelanggan untuk berbagi informasi karena merasa senang atas pelayanan kita.

Dengan begitu, Marketing Flywheel akan menciptakan repeat order yang tinggi serta mengefisiensikan kerja sales karena tidak dipaksa mencari pelanggan baru secara terus-menerus.

Bagaimana Marketing Flywheel Bekerja?

Menurut Hubspot, momentum yang dihasilkan oleh flywheel setidaknya dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:

  1. Seberapa cepat roda itu diputar?
  2. Berapa besar hambatannya?
  3. Seberapa besar rodanya?

Kecepatan perputaran roda dapat melonjak ketika perusahaan menjalankan sejumlah program dan strategi secara optimal.

Di antaranya memasang iklan berbayar, menerapkan inbound marketing, membuat sistem referral bagi pelanggan, serta meningkatkan keterampila customer service.

Selanjutnya, pastikan kamu mengeliminasi setiap gesekan yang berpotensi menghambat perputaran roda.

Contohnya, miskomunikasi antar departemen, CS tidak responsif, proses internal yang lambat, dan masih banyak lagi.

Tahapan dalam Marketing Flywheel

Berbeda dengan model funneling, Marketing Flywheel biasanya dilakukan dengan melewati 3 tahapan, sebagai berikut:

  1. Attract

Di tahap ini, orang-orang di bagian marketing berupaya untuk menarik calon pelanggan sebanyak-banyaknya.

Buat target pasar mengenal brand atau produk kita.

Beberapa cara yang bisa kamu coba, antara lain membuat content marketing, memaksimalkan SEO (search engine optimization), serta menjalankan social media marketing.

  1. Engage

Setelah mereka tertarik, bangunlah interaksi yang intensif terhadap para calon customer.

Ajak mereka berbicara dan berikan edukasi mengenai produk atau jasa mereka.

Interaksi ini dapat dibangun, misalnya dengan membuat konten product knowledge di media sosial, membalas komentar dan DM, mengadakan webinar, menulis di blog perusahaan, atau berbincang di Podcast.

  1. Delight

Di sinilah perbedaan mendasar antara Marketing Funnel dan Marketing Flywheel.

Pada fase ini, kita berupaya membawa kesenangan ke dalam customer experience.

Tim marketing akan memprioritaskan kepuasan dan membangun hubungan baik dengan pelanggan secara berkelanjutan.

Kebahagiaan konsumen adalah kesuksesan bisnis kita.

Agar berhasil di tahap ini, kamu dapat memberikan aftersales setelah konsumen membeli produk, mengadakan program membership, menyelenggarakan survei kepuasan, serta aktif meminta feedback melalui email maupun telepon.

Di masa mendatang, Marketing Flywheel akan semakin sering diterapkan oleh perusahaan dan pelaku usaha.

HubSpot menyebut, konsumen kini tidak lagi melihat apa konten pemasaran kita untuk memutuskan membeli produk.

Mereka justru lebih percaya dengan review independent dari pihak ketiga, ulasan dari pelanggan lama, rekomendasi dari teman sejawat, atau “iklan” gratis dari mulut ke mulut.

Selama bertahun-tahun dunia pemasaran mengenal istilah Marketing Funnel, tetapi teori ini sudah mulai tidak relevan.

Waktunya geser strategi pemasaran kamu ke Marketing Flywheel!

Kenali 4 Tipe Pembeli Berikut Biar Chatting Berujung Closing

Kenali 4 Tipe Pembeli Berikut Biar Chatting Berujung Closing

Sifat manusia itu macam-macam.

Sifat pembeli pun beraneka jenis.

Buat para pemilik usaha, orang marketing, atau admin olshop yang berhubungan langsung dengan konsumen, penting sekali memahami kepribadian mereka.

Karena ketika tahu karakter seseorang, kita bisa memilih pendekatan yang tepat.

Ngobrol pelan-pelan sesuai tabiat mereka.

Chatting tipis-tipis, sampai akhirnya closing.

Tetapi tipe orang itu banyak sekali. Supaya memudahkan, kita rangkum saja menjadi 4 tipe kepribadian yang pernah digaungkan oleh Claudius Galen.

Galen, fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi, membagi kepribadian manusia menjadi empat kelompok besar.

Keempat kepribadian tersebut yaitu sanguinis (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan plegmatis (damai).

Seperti apa empat kepribadian itu dan bagaimana seorang pebisnis berkomunikasi dengan mereka? Check it out!

 

Tipe 1 – Sanguinis

Konsumen jenis ini biasanya sangat ramah dan supel.

Isi chat mereka hampir pasti ada emotnya. Mau senang, sedih, murung, marah, ngambek, dan sebagainya.

Ngobrol sama mereka itu cenderung menyenangkan, emosional, dan berenergi.

Cara berkomunikasi dengan tipe ini, antara lain:

  • Jangan menekan, jangan suka mengingatkan. Kalau mereka belum transfer, santai sejenak hehe. Berhenti main asal tembak.
  • Jadi pendengar yang baik. Tipe Sanguinis umumnya suka bercerita apa pun, termasuk kesukaannya.
  • Ajak bercanda, maka dia akan lebih dekat dengan kita.

 

Tipe 2 – Koleris

Orang yang keras kepala, ngotot, dan kuat.

Harus siap ya kalau mereka mau langsung tanya harga. Admin juga wajib memberikan respons yang cepat kalau mereka nge-WA.

Untungnya, meski nggak sabaran, tipe Koleris jarang PHP. Apabila nggak jadi beli, ya bilang tidak jadi.

Cara berkomunikasi dengan tipe ini, antara lain:

  • Saat dia berbicara, jangan dipotong. Cukup jawab ketika mereka selesai meluapkan pikirannya.
  • Berikan pujian dan katakana hal-hal baik tentang mereka. Bukan menjilat. Tetapi semata untuk merebut hati si calon konsumen.
  • Biarkan mereka menentukan apa yang mau dibeli. Kita boleh mengarahkan cross selling atau up selling, tapi pakai bahasa yang halus banget.
  • Dikomplain? Sabar aja ya, hehe. Sadis sih. Tapi ngelus dada adalah jalan terbaik. Tentu saja sambil menjawab setiap keluhan mereka secara perlahan.

 

Tipe 3 – Melankolis

Pernah ketemua teman yang suka chat singkat?

Mungkin dia tipe melankolis.

Orang jenis ini cenderung pendiam, pemikir, dan penuh perhitungan.

Jangan harap mereka chat pakai emot. Hati-hati juga jika menanyakan soal pribadi kalau belum terlalu dekat.

Cara berkomunikasi dengan tipe ini, antara lain:

  • Berbicaralah dengan data. Pakai asumsi? Siap-siap aja dimentahkan.
  • Tunjukan testimoni, bukan sekadar janji. Tapi mesti jujur, ya. Bukan testimoni yang dibuat-buat.
  • Boleh bercanda, tetapi jangan sampai mengejek mereka.
  • Si calon konsumen ini super teliti, loh. Hindari salah omong dan pembicaraan ngelantur.
  • Pakai pendekatan logis, bukan emosional.
  • Jika ada diskon atau cashback, sebutkan dengan rinci berapa uang yang bisa mereka hemat.

 

Tipe 4 – Plegmatis

Si pencinta damai.

Santai, stabil, dan mudah merasa cukup.

Walau sering dianggap lamban, tipe Plegmatis biasanya punya akal yang tinggi dan kaya kosakata.

Mereka nggak suka ditekan. Kita cukup ingatkan saja, meskipun ujung-ujungnya sih ghosting, haha.

Cara berkomunikasi dengan tipe ini, antara lain:

  • Follow up calon konsumen ini sesekali aja. Terutama di jam-jam istirahat.
  • Jangan berikan desakan. Jangan gampang menakut-nakuti. Sebaliknya, kasih tahu mereka keuntungan apabila membeli produk kita.

 

Memahami perilaku konsumen nggak ada yang mudah.

Pengalaman, data, dan kesabaran adalah kuncinya.

Selamat mengidentifikasi lewat chatting-chatting pendek. Sampai kita mengenal kepribadian mereka. Sampai kita dapat closing dan repeat order dari mereka.