5 Alasan Pentingnya Blog untuk Bisnis Anda

5 Alasan Pentingnya Blog untuk Bisnis Anda

Terkadang, pelaku usaha menganggap bahwa memiliki website bisnis saja sudah cukup. Fenomena ini bisa dipahami, mengingat sebagian dari kita masih kurang melihat digital marketing sebagai sebuah proses yang utuh. Asalkan punya website, rasanya sudah cukup.

Sejatinya, tidak sedikit hal yang bisa dieksplorasi di dalam website. Salah satunya membangun blog sebagai strategi marketing jangka panjang.

Di samping memberikan edukasi terkait produk maupun jasa yang ditawarkan, kumpulan artikel juga dapat menaikkan traffic website kita hingga muncul di page one Google.

Masih ada banyak lagi manfaat membuat blog untuk website bisnis kita. Berikut ini kami sajikan 5 di antaranya!

  1. Membidik Potential Market

Google ibarat “surga” bagi penjual yang mencari pelanggan potensial. Mengapa demikian? Masyarakat kini sangat bergantung pada search engine untuk menemukan sebuah informasi. Termasuk produk atau jasa yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan mereka.

Orang-orang ini merupakan calon pembeli yang potensial.

Mereka bukan tidak mungkin menemukan konten blog Anda. Membaca artikel, teredukasi, kemudian mengenal siapa dan apa yang Anda jual.

Semakin sering blog Anda diklik dan menjawab masalah pasar, maka konten artikel tersebut akan semakin bertahan lama di Google dan mengundang lebih banyak lagi potential market yang memiliki persoalan serupa.

  1. Meningkatkan Kunjungan Website

Bayangkan Anda mempunyai toko di pinggir jalan, tapi nggak ada satu pun orang yang mampir. Apakah penjualan bisa meningkat?

Begitulah website yang sepi dari pengunjung. Jangankan terjadi konversi, orang-orang bahkan belum tentu mengenal produk Anda dan manfaatnya bagi mereka.

Konten blog punya andil dalam mendongkrak trafik website. SEO Tribunal mencatat, bisnis yang memiliki blog biasanya menerima 55 persen kunjungan lebih banyak ke website mereka. Blog bisnis pun rata-rata 434 persen lebih sering terindeks oleh Google.

  1. Tampil Lebih Ahli dan Profesional

Bikin toko online fashion, kok CS-nya nggak paham jenis-jenis bahan pakaian? Jualan alat elektronik kok bingung ketika pelanggan komplain ada kerusakan tertentu?

Konten-konten blog bisa mencegah anggapan tersebut muncul. Melalui serangkaian artikel berkualitas, pelanggan akan menilai Anda sebagai bisnis yang reputasinya baik dan memahami betul-betul apa yang sedang ditawarkan ke pasar.

Secara tidak langsung, blog dapat membuat Anda tampak profesional. Dengan sendirinya, kepercayaan konsumen pun turut meningkat.

  1. Jadi Lebih Dekat dengan Pelanggan

Manfaat paling nyata dari blog yang edukatif adalah Anda menjadi lebih dekat dengan calon konsumen.

Mereka tidak lagi merasa sebagai orang-orang yang hanya diperas dompetnya. Namun, juga menjadi bagian dari proses bisnis kita. Anda dapat meminta mereka berbagi ide konten, mengadakan fun survey, membuat QnA, hingga wawancara mengenai pengalaman konsumen selama berinteraksi dengan brand kita.

Dari sekumpulan pelanggan yang mulai loyal, kita bahkan bisa membangun komunitas sesuai dengan niche produk Anda.

  1. Investasi Jangka Panjang

SEO (search engine optimization) selalu dikenal sebagai strategi marketing jangka panjang. Begitu pula dengan blog sebagai salah satu elemen penting dalam SEO. Dampaknya bagi bisnis mungkin tidak langsung terlihat, tetapi manfaatnya bisa dirasakan di masa mendatang.

Baik trafik, reputasi, lead atau kontak yang masuk, hingga komunitas diperoleh dalam waktu yang tidak singkat. Butuh kesabaran dan keuletan. Apabila konsisten memperbarui konten, blog bisa membuat bisnis Anda bertahan lama, setidaknya di dunia digital.

Tidak perlu terlalu terburu-buru. Bisnis itu bukan lomba sprint, tetapi marathon yang memerlukan napas panjang.

Hosting, Server, Domain; Apa Bedanya, ya?

Hosting, Server, Domain; Apa Bedanya, ya?

Ketika hendak membuat website atau blog, biasanya kita akan menemukan sejumlah istilah yang mungkin terdengar asing. Terutama istilah seperti hosting, server, dan domain.

Apa sih yang dimaksud dengan hosting, server, maupun domain? Apakah ada perbedaan di antara ketiganya?

Yuk, simak penjelasannya berikut!

  1. Hosting

Bisa dibilang, hosting merupakan pusat penyimpanan data dari sebuah website. Mulai dari gambar, video, audio, dan lainnya. Seluruh file tersebut kemudian diletakkan pada suatu tempat yang disebut server hosting.

Server ini nantinya akan menampilkan data-data itu pada web client (browser) seperti Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera, dan sebagainya.

Ada beberapa jenis hosting, di antaranya shared hosting dan cloud hosting.

  • Shared hosting merupakan tipe hosting yang dipakai oleh beberapa website sekaligus dalam satu server. Akibatnya, kecepatan website akan dibagi-bagi dengan pengguna lain.
  • Cloud hosting merupakan jenis hosting yang langsung terhubung dengan internet sehingga mampu menyediakan lebih dari satu server. Apabila ada satu server bermasalah, server lain dapat menjadi cadangan hingga masalah itu selesai.
  1. Server

Secara sederhana, server dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang menyediakan layanan tertentu dalam satu jaringan komputer. Server dilengkapi sejumlah perangkat keras, yakni hard disk, RAM, hingga prosesor untuk menjalankan sistem operasi (network operating system).

Selain berfungsi menampung, server juga akan menampilkan data ketika ada permintaan dari client. Misalnya, ketika kamu mengetik sebuah alamat website melalui browser Chrome, server akan merespons permintaan tersebut dan menampilkan isi website yang dimaksud.

Karena terus bekerja 24 jam, server harus disimpan pada suatu data center dengan fasilitas lengkap.

  1. Domain

Singkatnya, domain adalah nama dari website yang kita buat.

Penamaan domain tersebut selanjutnya diatur oleh badan regulasi domain dunia.  Di Indonesia sendiri, nama domain dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Sekeren apa pun nama domain, tidak akan boleh dibeli. Kita hanya dapat membayar sewa yang harus diperbarui setiap tahun.

Kesimpulan

Jika hosting diibaratkan sebagai lahan atau tanah, website adalah rumah, maka domain adalah alamat yang menggantikan “letak geografis” rumah kita. Dalam hal ini, domain menggantikan alamat IP (IP address).

Contoh IP address, yaitu 192.168.100.1 atau 10.57.58.223.

Nggak lucu kan kalau nama website kita isinya angka-angka?

Semoga artikel ini membantu, ya!

Apabila masih bingung, tidak perlu repot-repot memahami istilah di atas. Percayakan pembuatan website Anda kepada mastah.id. Yuk, tampil lebih profesional dan jangkau lebih banyak orang melalui website bisnis Anda!

Panduan Lengkap Membuat Instagram Ads bagi Pemula

Panduan Lengkap Membuat Instagram Ads bagi Pemula

Sebagai salah satu media sosial terbesar, dengan pengguna aktif 1 milyar per bulan, Instagram menjadi pilihan banyak orang untuk berbisnis. Berbagai akun online shop hadir menawarkan dan mempromosikan barang dagangan mereka.

Saling berlomba menggaet follower, saling berlomba pula mendongkrak penjualan.

Di antara cara efektif berjualan di Instagram ialah dengan memasang iklan. Kita mengenalnya dengan sebutan Instagram Ads.

Tidak ada salahnya mengeluarkan sedikit uang untuk membantu meningkatkan exposure bisnis kita. Terlebih, Instagram Ads juga berguna untuk meningkatkan penjualan dan menjaring calon pembeli lebih banyak yang relevan dengan target pasar kita.

Bagaimana cara membuat Instagram Ads yang tepat?

Berikut ini tutorial lengkapnya untuk pemula yang bisa kamu coba!

  1. Gunakan Facebook Ads Manager

Kesalahan umum advertiser pemula adalah beriklan langsung di aplikasi Instagram. Tepatnya pada fitur PROMOTE yang ada di bawah konten atau postingan kita. Akibatnya, kita sekadar mengangkat sebuah konten, bukan benar-benar menjual produk.

Alih-alih demikian, gunakanlah Facebook Ads Manager. Di dalamnya terdapat pengaturan yang lebih lengkap dan dashboard yang memuat metriks iklan secara lebih detail.

Itu artinya, selain membuat akun di Instagram, buat pula halaman bisnis kamu di Facebook.

  1. Tentukan Objective Campaign

Iklan dalam Facebook maupun Instagram Ads dikenal pula dengan istilah campaign. Sebelum membuat iklan, tentukan terlebih dahulu objective (tujuan) dari campaign kita.

Facebook menyediakan pilihan objective campaign sebagai berikut:

  • Brand Awareness
  • Local Awareness
  • Reach
  • Traffic
  • Engagement
  • App Installs
  • Video Views
  • Lead Generation
  • Conversions
  • Product Catalog Sales
  • Store Visits

Selanjutnya, Facebook akan membantu kita mengatur format iklan, bidding options, dan auto-optimization sesuai dengan objective yang dipilih. Sebagai pemula, kamu boleh mengabaikan bagian ini, cukup memilih objective yang sesuai saja.

  1. Tulis Judul untuk Campaign

Judul campaign berfungsi untuk membedakan antara campaign satu dengan campaign lainnya. Kamu bukan hanya mau sekali saja kan membuat iklan?

Jangan lupa tambahkan tanggal dimulainya campaign untuk memperkirakan berapa lama data iklan diperlukan.

Contoh judul campaign:

29072021_Conversions_Produk 1

29072021 menunjukkan tanggal campaign dimulai, yaitu 29 Juli 2021.

Conversions berarti jenis objective yang dipilih.

Produk 1 adalah nama produk yang sedang diiklankan.

Pada langkah ini, tentukan juga besar anggaran iklan kamu. Demi mengoptimalkan iklan, sebaiknya jangan memasukkan anggaran di bawah Rp 100 ribu per hari.

  1. Pastikan Target Audiens

Bagian ini merupakan elemen penting dalam memasang iklan di Instagram. Jika kurang tepat, iklan justru akan menyasar orang-orang yang sebenarnya tidak membutuhkan produk atau jasa kita. Penjualan pun tidak meningkat sehingga iklan jadi boncos.

Audiens ditetapkan berdasarkan:

  • Lokasi. Misalnya, Provinsi DKI Jakarta atau kota yang lebih spesifik seperti Cirebon, Malang, dan sebagainya.
  • Usia, mulai dari 18 sampai 65 tahun ke atas.
  • Jenis kelamin, bisa hanya laki-laki, perempuan, atau keduanya.
  • Bahasa yang biasa digunakan oleh target pasar kita.
  • Penargetan terperinci. Jangan terburu-buru mengisi kolom ini. Pastikan target pasar kita sudah relevan dengan produk yang hendak dijual, baik dari segi minat (interest), kebiasaan (behavior), dan demografi.
  1. Atur Penempatan Iklan

Posisi iklan turut mempengaruhi keefektifan campaign. Terkadang, ada iklan yang bekerja lebih baik apabila tampil di story, ada pula yang lebih bagus jika muncul di feed.

Facebook menawarkan beberapa pilihan placement:

  • Facebook news feed, mobile maupun desktop
  • Sidebar kanan Facebook
  • Instagram
  • Audience network
  • Instant articles
  • In-stream video

Pada pilihan tersebut, tentunya kita memilih Instagram, baik di feed ataupun story. Sebagai awalan, biarkan machine learning Facebook yang menilai di mana sebaiknya iklan kita tampil.

Di samping menyerahkannya pada advertiser, Facebook juga merekomendasikan penempatan iklan berdasarkan jenis campaign:

  • Brand Awareness: Facebook dan Instagram
  • Engagement: Facebook dan Instagram
  • Video views: Facebook, Instagram, dan Audience Network
  • App installs: Facebook, Instagram, dan Audience Network
  • Traffic: Facebook dan Audience Network
  • Product Catalog Sales: Facebook dan Audience Network
  • Conversions: Facebook dan Audience Network
  1. Jadwalkan Iklan

Atur kapan jadwal iklan kamu dimulai. Tanggal berapa dan jam berapa. Kamu juga bisa set kapan iklan berakhir.

Sebagai catatan, kita tidak dapat atau tidak perlu mengatur iklan kita tampil di jam berapa saja. Biarkan mesin Facebook merekam data dan menentukan sendiri di jam berapa iklan kita bekerja secara optimal.

  1. Pilih Format Instagram Ads

Usai menyiapkan pengaturan campaign, kini saatnya menentukan format iklan yang akan tampil di Instagram. Setidaknya ada tujuh format Instagram Ads yang tersedia:

  • Single image ads (Gambar tunggal)

Sesuai namanya, format iklan hanya memunculkan satu gambar, disertai headline, caption, dan tombol CTA (call-to-action) yang bisa kita atur sedemikian rupa.

  • Instagram carousel ads (Karosel)

Format tipe ini memungkinkan kita memilih hingga 10 gambar atau video. Cocok untuk iklan yang berisi edukasi produk, bukan hanya hardselling.

  • Instagram video ads (Video tunggal)

Di sini, kamu bisa menampilkan iklan dengan format video atau GIF. Misalnya, video endorsement influencer, review selebgram, atau testimoni dari pelanggan.

  • Slideshow ads (Tayangan slide)

Selain menampilkan hingga 10 gambar, format ini juga memungkinkan kamu menambahkan musik sehingga gambar-gambar tersebut menjadi video instan yang diputar berulang (loop).

  • Instagram lead ads (Koleksi)

Format ini adalah pilihan tepat bagi kamu yang ingin mengumpulkan data calon konsumen tanpa mengeluarkan mereka dari Instagram. Ketika iklanmu diklik, muncul formulir berisi informasi detail yang dapat diisi oleh user. Mulai dari nama lengkap, alamat email, nomor telepon, dan sebagainya.

  • Instagram story ads

Story telah menjadi bagian dari Instagram yang cukup efektif sebagai media promosi. Facebook dan Youtube bahkan juga menambahkan fitur story belakangan ini. Format iklan ini juga akan menampilkan iklan berbentuk gambar atau video berdurasi 15 detik. di Instagram story.

Terakhir, lengkapi iklan dengan mengisi headline, teks deskripsi/copywriting yang menarik, dan tombol CTA (call-to-action). Perhatikan pula Ad Preview di sebelah kanan yang menggambarkan bagaimana iklan kamu akan ditampilkan nanti.

Jika sudah yakin, klik tombol Publish. Iklanmu akan segera di-review dan siap dipublikasikan oleh Instagram. Selamat!

Tips dan Saran Beriklan di Instagram Ads

Berbeda dengan Facebook, Instagram menitikberatkan kontennya pada visual. Bahkan kini video menjadi andalan mereka demi membalap ketangguhan TikTok.

Karenanya, penting bagi advertiser untuk menampilkan visual yang menarik. Tidak harus rumit dan banyak warna, tetapi mampu memancing calon konsumen kita.

Oleh sebab itu pula, advertiser perlu memahami terlebih dahulu siapa target audiensnya sebelum membuat iklan di Instagram. Siapa target pasar kita akan berpengaruh pada objective campaign yang dipilih, pembuatan ads creative dan format iklan, penulisan headline dan copywriting, hingga model tombol CTA.

Kesalahan mendasar advertiser pemula terkadang bukan pada produknya. Melainkan menawarkan produk tersebut kepada orang yang tidak tepat.

3 Jenis Backlink untuk Optimalkan SEO Website Anda

3 Jenis Backlink untuk Optimalkan SEO Website Anda

Demi memperoleh posisi terbaik di hasil pencarian Google atau bahkan muncul di halaman pertama, kita tidak boleh mengabaikan peran vital BACKLINK.

Apa itu backlink?

Sederhananya, backlink merupakan link/tautan di website maupun blog lain yang mengarah ke website kita.

Saking pentingnya backlink, banyak ahli SEO di luar sana rela menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk mendapatkan backlink berkualitas. Di samping membenahi website dan konten di dalamnya, mempunyai sejumlah backlink yang powerful dapat menentukan seberapa lama website kita bertahan di page one Google.

Ada banyak jenis backlink. Namun apabila dikerucutkan, setidaknya terdapat 3 macam backlink yang wajib kita optimalkan, yaitu: Backlink Profil, Backlink Komentar, dan Backlink Kontekstual.

  1. Backlink Profil

Backlink jenis ini bisa kita dapatkan dengan membuat akun dan mengisi profil di sejumlah website, forum online, serta media sosial. Di profil tersebut, cukup tempatkan link yang mengarah pada website kita.

Beberapa situs yang dapat Anda manfaatkan untuk membuat Backlink Profil, antara lain Kompasiana, Medium, Twitter, Kaskus, Google My Business, Linkedin, dan sebagainya.

Semakin banyak backlink yang dibangun, maka semakin besar pula kesempatan website Anda nangkring di halaman pertama Google. Sebagai catatan, tetap harus dikombinasikan dengan jenis backlink lainnya, ya.

  1. Backlink Komentar

Untuk memaksimalkan backlink ini, mula-mula, carilah website atau blog yang mempunyai niche yang sama dengan situs Anda.

Kemudian, berikanlah komentar di salah satu artikel sembari menaruh link yang mengarah pada website kita. Backlink yang muncul di kolom komentar itulah yang disebut Backlink Komentar atau Blog Comment Backlink.

  1. Backlink Kontekstual

Secara singkat, backlink kontekstual bisa diartikan sebagai link yang berada di dalam suatu konten dengan topik yang relevan. Kalau website kita mengenai sepakbola, backlink harus dipasang dalam konten yang juga membahas tema serupa.

Menurut Ibrahim Vatih, backlink jenis ini lebih powerful dibandingkan backlink lainnya. Mereka yang bermain di dunia SEO harus mengerahkan sumber dayanya untuk mendapatkan contextual backlink berkualitas sebanyak-banyaknya.

Ibarat mencari mutiara di dasar samudera, mendapatkan backlink dengan nilai SEO tertinggi juga tidak mudah.

Jarang sekali seseorang mau memasukkan link website orang lain ke dalam kontennya. Kecuali dalam rangka lomba atau event tertentu. Artinya, mereka juga harus mendapatkan benefit dari menautkan situs kita.

Karenanya, cobalah aktif di forum blogger atau komunitas pemain SEO. Barangkali Anda menemukan teman-teman yang mau saling mengirimkan backlink.

Kalau punya budget berlebih, tidak ada salahnya membayar Jasa Content Placement atau PBN (Private Blog Network).

Demikianlah, sekilas mengenai 3 jenis backlink untuk mengoptimalkan SEO. Ikuti terus artikel di Mastah.id untuk mendapatkan tips menarik lainnya!

5 Kesalahan Copywriting yang Bikin Iklan Boncos Melulu

5 Kesalahan Copywriting yang Bikin Iklan Boncos Melulu

Sudah sering promosi online, kok penjualan gitu-gitu aja, ya…?

Duit iklan justru boncos. Mau untung, malah buntung.

Hmmm, ada banyak faktor penyebabnya, sih. Mungkin salah satunya, COPYWRITING jualan kamu yang perlu diperbaiki.

Jangan-jangan selama ini, sembarangan sebar iklan aja, ya? Hehe.

Yuk, periksa lagi. Bisa jadi kamu melakukan 5 kesalahan copywriting berikut ini!

  1. Headline Asal-asalan

Mengutip tulisannya Dewi Kreckman, Managing Director di Decuremed Store, iklan tetap harus diberi judul meskipun berbentuk cerita.

Judulnya pun disesuaikan dengan target market yang dipilih.

Pebisnis online biasanya sudah tahu ada karakter market yang Dingin (cold), Hangat (warm), dan Panas (hot).

Market yang Dingin berarti belum mengenal atau tertarik pada brand Anda.

Market yang Hangat mungkin masih ragu-ragu membeli, tetapi setidaknya pernah berinteraksi dengan kita.

Market yang Panas biasanya mereka yang sudah membeli bahkan loyal terhadap produk atau jasa kita.

Beda target, beda juga judulnya…

Jangan disamakan semua…

  1. Hanya Membahas Fitur

Bangga sama fitur produk kita boleh-boleh aja, kok. Tapi itu nggak penting buat konsumen. Mereka perlu tahu “manfaat” dan “makna” dari sesuatu yang kita tawarkan.

Begini:

Fitur itu kelebihan, deskripsi, dan bahan-bahan.

Manfaat itu hal yang menguntungkan pembeli.

Makna itu arti dari manfaat produk atau jasa kita.

Contoh:

Jualan makanan sehat jangan sekadar membahas tentang kandungan madu, logo BPOM, halal MUI, organik, segar, berkualitas, dan semacamnya.

Bagi pembeli, yang terpenting adalah manfaatnya buat mereka,

“Jika makan produk X, bisa bikin kamu sehat, menurunkan gula darah, dan konsentrasi meningkat, lho…”

Masuk ke level selanjutnya, masukkan makna yang tersirat dari produk tersebut,

“Dengan mengonsumsi makanan X, berarti kamu sudah melaksanakan Sunnah Nabi serta melindungi diri selama pandemi ini dengan meningkatkan imunitas.”

Konsumen bukan hanya membeli “makanan”, tetapi mereka juga memperoleh “kesehatan dan perlindungan”.

  1. Hanya Membahas Diri Sendiri

Baru baca paragraf pertama, isinya cuma “Aku, perusahaanku, produkku, bla bla bla…”

Seharusnya, kita membicarakan tentang mereka. Tentang para customer.

Fokuslah membahas mengenai tujuan mereka. Termasuk juga ketakutan, kebutuhan, dan proses mereka mencapai tujuan yang dapat kita bantu.

Terangkan bagian apa yang kita lakukan, yang akan memberi manfaat bagi mereka. Misalnya ketika kita jualan training,

“Kami bongkar semua rahasia dan strategi yang akan membantu Anda sukses berbisnis berdasarkan pengalaman mendirikan perusahaan selama 20 tahun.”

  1. Kurang Menekankan Alasan Mengapa Harus Membeli

Alasan serta manfaat yang kita tawarkan bisa berbentuk dua: tangible dan intangible, alias fisik maupun emosional. Kemudian tulis manfaat tersebut lebih banyak dari harga yang mereka bayarkan.

Misalnya…

“Dengan mengonsumsi makanan diet X, selain harganya bersahabat (tangible), manfaatnya pun segudang. Tubuh kembali langsing (tangible) dan sehat (intangible) sehingga makin disayang suami, deh (intangible).”

  1. Tidak Ada CALL TO ACTION yang Kuat

Memang ada Call to Action yang lemah?

Ada, dong. Contohnya, nih: Yuk beli sekarang, telepon sekarang, daftar sekarang, pesan sekarang, dan sebagainya.

Tips sederhana untuk membuat Call to Action yang kuat, yaitu bangunlah semacam ketakutan emosional.

Contoh ketika kita berjualan webinar berbayar,

“Jika Anda tidak membeli tiket webinar ini sekarang, maka Anda sedang menunda kesuksesan. Ingatlah bahwa masa depan ada di tangan Anda. Kalau bukan Anda, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?”

Atau, kalimat iklan yang sering digaungkan Fenny Rose,

“Senin harga naik!”

2 Cara Riset Keyword dengan Simpel dan Cepat

2 Cara Riset Keyword dengan Simpel dan Cepat

Siapapun tahu, mereka yang ingin website atau blognya tampil di halaman pertama Google, wajib hukumnya mengoptimalisasi SEO (Search Engine Optimization).

Namun, sebelum berbicara lebih jauh mengenai teknik SEO yang rumit, ada sebuah rahasia yang perlu kami beritahu:

“Melakukan riset keyword atau kata kunci adalah hal paling penting dalam SEO.”

Dari kata kunci yang tepat, maka lahirlah konten yang relevan.

Berikutnya, barulah memainkan on-page dan off-page SEO, mengembangkan link building, serta teknik lainnya.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat menemukan kata kunci yang tepat?

Ada banyak cara dan tools yang bisa kita pakai. Termasuk dua cara berikut yang tidak akan memakan waktu lama untuk mencari keyword.

Pertama, mengambil kata kunci dari Google Suggest.

Kedua, mengintip Tabel Konten Wikipedia.

  1. Riset Keyword dari Google Suggest

Inilah salah satu langkah tercepat dan paling sederhana dalam mencari kata kunci.

Cobalah Anda mengetik topik tertentu di Google.

tips seo 2021

Kemudian, lihat apa saja topik turunan yang disarankan oleh Google.

jasa seo murah jakarta

Daftar tersebut merupakan kata kunci yang dapat Anda manfaatkan.

Mengapa?

Sebab, ketika Google menyarankan sebuah kata kunci, itu artinya ada banyak orang yang mencari topik tersebut.

  1. Riset Kata Kunci dari Tabel Konten Wikipedia

Wikipedia merupakan gudang bagi segala macam keyword.

Di mana lagi Anda bisa memperoleh artikel yang ditulis oleh berbagai ahli dan editing yang cukup ketat, serta dinavigasikan hingga kategori terkecil?

Begini caranya menemukan kata kunci di Wikipedia.

Mula-mula, ketikkan topik tertentu di situs Wikipedia.

riset kata kunci

Wikipedia selanjutnya akan membawa Anda ke halaman mengenai topik tersebut.

riset keyword

Lalu, cobalah lihat tabel konten yang berisi sederet daftar subtopik.

riset keyword seo

Perhatikan baik-baik, beberapa subtopik tersebut merupakan kata kunci yang cukup lumayan untuk dieksplorasi, loh. Klik, dan Anda bisa menemukan kata kunci lainnya.

riset kata kunci mudah

Anda dapat pula mengeklik sejumlah internal link di dalam artikel. Misalnya,

jasa seo jakarta

Ketika mengeklik link tersebut, Anda akan sadar ternyata tabel konten untuk artikel yang berbeda turut memuat lebih banyak kata kunci.

keyword research

Pretty cool!

5 Ide Digital Marketing untuk UMKM di Tahun 2021

5 Ide Digital Marketing untuk UMKM di Tahun 2021

Tahun 2021 terasa berat, ya?

Covid 19 belum selesai. Banyak karyawan kena PHK. Tidak terhitung UMKM yang terpaksa gulung tikar.

Namun, mudah menyerah dan putus asa bukanlah karakter seorang pemilik bisnis, sekecil apa pun bisnis yang Anda miliki.

Para pelaku UMKM masih mempunyai segudang kesempatan untuk bangkit dan terus berkembang. Salah satu caranya, tentu dengan mengoptimalkan digital marketing.

Bagaimana teknik dan strategi yang tepat bagi UMKM dalam menjalankan digital marketing, khususnya di tahun 2021?

Berikut ini 5 ide sederhana memaksimalkan digital marketing dari Mastah.id!

  1. Gunakan Video Marketing

Kehadiran Instagram Reels, yang disinyalir sebagai respons atas melejitnya TikTok, semakin menunjukkan betapa pentingnya konten video.

Tidak perlu sungkan mengekspos isi dapur usaha, mengenalkan para staf kepada follower, maupun bercerita mengenai latar belakang berdirinya usaha Anda.

Bittersweet by Najla pernah membuktikan kekuatan dari online video marketing ketika mempromosikan produknya yang berhadiah emas dan sejumlah uang.

  1. Buatlah Akun Google My Business

Salah satu tips digital marketing yang simpel dan gratis ialah membuat akun di Google My Business.

Di sana, Anda dapat mencantumkan profil usaha, foto produk dan toko fisik, alamat beserta rutenya, jam buka, nomor telepon, hingga blog.

Fitur-fitur yang tersedia sangat berguna untuk memaksimalkan SEO lokal. Artinya, Anda lebih berpeluang besar merangkul orang-orang di sekitar jangkauan kilometer tertentu apabila usaha Anda tampil di Google My Business.

Google juga menyajikan fitur rating dan review yang dapat diisi oleh siapapun. Sebuah peluang untuk menaikkan nilai brand melalui testimoni positif dari para pelanggan.

Survei dari Bright Local pada tahun 2020 menyebuatkan bahwa lebih dari 86 persen orang mempercayai ulasan online seperti mereka meyakini rekomendasi temannya.

  1. Manfaatkan Website sebagai Penghubung

Bisnis Anda mempunyai produk sendiri, bukan reseller maupun dropshiper?

Kami sarankan, bangunlah website sendiri. Biarkan agen dan distributor Anda yang masing-masing berjualan di marketplace manapun.

Mengapa?

Pertama, karena marketplace adalah pasar online yang terlalu padat oleh toko yang saling banting harga.

Kedua, website sendiri merupakan rumah yang bebas Anda rombak sesuka hati. Hanya Anda yang berhak mengatur struktur, desain, dan isinya.

Di samping menampilkan produk, Anda dapat memperkaya website dengan menulis blog maupun konten marketing lainnya.

Bisnis Anda pun akan tampak lebih profesional serta lebih dekat dengan pelanggan. Tinggal menunggu waktu hingga penjualan dan brand awareness usaha Anda meningkat.

  1. Omnichannel

Apa tuh?

Kesalahan sebagian UMKM dalam digital marketing, salah satunya, hanya mengandalkan satu channel.

Merasa cukup hanya bermain di Instagram.

Merasa cukup sekadar punya website.

Merasa cukup bersenang-senang membuat video di TikTok.

Setiap platform mempunyai karakter yang berbeda, dan tentu saja behavior penggunanya berbeda pula.

Terlalu banyak memilih platform juga kurang tepat.

Manfaatkan dua hingga tiga platform yang saling terhubung.

Misalnya, Anda menggunakan Instagram dan TikTok untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Berikutnya, arahkan mereka ke website apabila ingin mengenal atau membeli produk.

  1. Berkolaborasi dengan Agensi Digital

Berbeda dengan perusahaan besar, UMKM biasanya dipimpin oleh seorang CEO alias Chief Everything Officer.

Dia yang memikirkan masa depan bisnis. Dia yang memproduksi. Dia yang memasarkan. Dia yang mencatat keuangan. Dia pula yang packing dan kirim barang.

Mau hire pegawai, tapi khawatir nggak sanggup menggaji.

Sedangkan digital marketing merupakan pekerjaan tim. Tidak cukup hanya dikerjakan satu orang.

Di titik ini, tidak ada salahnya Anda bekerja sama dengan agency digital.

Mereka umumnya berisi tim yang ahli di bidang masing-masing. Mulai dari desainer grafis, copywriter, advertiser, hingga customer service.

Biayanya bisa beragam. Di Mastah.id sendiri, sebagai perusahaan jasa digital marketing di Jakarta, menerapkan biaya yang nilainya setara apabila Anda mempekerjakan satu orang digital marketing specialist.

Harga yang tergolong murah, dibandingkan Anda merekrut beberapa orang untuk keahlian yang berbeda-beda.

Mastah.id pun akan menyajikan laporan yang detail, valid, dan jelas mengenai aktivitas digital marketing Anda secara berkala.

Sudah siap Go Online? Mastah.id siap menemani usaha Anda!

Digital Marketing untuk UMKM: Urgensi, Tips, dan Strategi

Digital Marketing untuk UMKM: Urgensi, Tips, dan Strategi

Di samping pesatnya pertumbuhan teknologi, kehadiran pandemi Covid-19 turut mempercepat transformasi digital.

Seluruh aspek kehidupan terkena dampaknya. Tidak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya mereka yang cepat beradaptasi, yang akhirnya sanggup bertahan.

Sayangnya, Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat, baru 16% dari 64 juta UMKM di Indonesia yang sudah Go Digital.

“Jika bisnis Anda tidak muncul di internet,” ujar Bill Gates si Pemilik Microsoft, “…maka bisnis Anda akan gulung tikar.”

Sebenarnya, seberapa penting digital marketing (pemasaran daring) bagi para pelaku UMKM? Kemudian, bagaimana tips dan strategi memasarkan produk secara online sehingga mampu mendongkrak penjualan?

Mastah.id merangkum jawabannya dalam artikel berikut hanya untuk Anda!

A. Urgensi Digital Marketing

Allan Dib, penulis buku “The One-Page Marketing Plan” pernah mengungkapkan,

Banyak pemilik usaha menipu dirinya sendiri dengan berpikir, jika produk mereka bagus, maka orang-orang pasti membeli. Padahal sejarah dipenuhi oleh berbagai produk yang luar biasa, tetapi gagal dijual. Produk yang bagus, bahkan super sekalipun, tidaklah cukup. Marketing harus menjadi salah satu aktivitas utama Anda bila ingin sukses.

Sebagaimana offline, marketing secara online telah menjelma sebagai hal mutlak demi mengembangkan bisnis. Berikut ini 3 alasan dan pentingnya digital marketing bagi bisnis UMKM!

  1. Pengguna Internet Terbesar

Masyarakat tanah air telah menjadi bagian penting dari transformasi digital dunia.

Bagaimana tidak? Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa atau setara 73,7 persen dari total populasi.

Data yang dirilis oleh HootSuite dan We Are Social itu juga menyebut, sekitar 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia mengakses internet melalui smartphonenya. Mereka rata-rata menghabiskan waktu selama 8 jam 52 menit untuk berselancar di dunia online.

Jumlah tersebut tentu merupakan “komoditas” yang sayang dilewatkan.

Bayangkan apabila Anda mampu menjangkau 1 persen saja dari total pengguna internet di Indonesia. Lalu, mereka membeli produk Anda, menyukainya, lantas beralih sebagai konsumen yang loyal.

hootsuite we are social 2021

  1. Mampu Bersaing dengan Bisnis Besar

Tidak semua. Namun, banyak bisnis kecil telah terbukti berhasil “melawan” raksasa melalui digital marketing. Mereka tetap survive dan sustain dalam jangka waktu lama.

“Hal terbaik tentang digital marketing adalah…,” menurut Ann Smarty, “bahwa kecerdasan dan kreativitas selalu bisa menang dari anggaran pemasaran yang besar.”

Entah sudah berapa banyak produk yang viral hanya bermodalkan kreativitas di TikTok maupun Instagram. Dana yang dikeluarkan mungkin hampir tidak ada, tetapi mampu mengalahkan brand dengan nilai investasi besar.

  1. Data yang Lebih Terukur

Pernahkah Anda menghitung…

Dari sekian brosur yang disebar, berapa persen yang dibaca oleh pelanggan.

Selanjutnya, berapa persen orang yang akhirnya membeli karena brosur itu.

Lalu, berapa banyak brosur yang ujungnya menumpuk di tong sampah.

Pemasaran ala tradisional tidak mempunyai kemampuan membaca data yang terukur secara valid dan real time. Akibatnya, banyak pelaku UMKM yang beroperasi mengandalkan asumsi belaka.

Perusahaan-perusahaan besar itu dapat terus maju karena mereka memanfaatkan data, sedangkan kita sekadar bermodalkan, “Kayanya yang begini cocok, deh.”

Gubrak!

Digital marketing menawarkan beragam metrik yang valid demi mengukur tingkat keberhasilan aktivitas pemasaran Anda. Data-data tersebut bahkan dapat dilihat saat itu juga, tidak perlu menunggu besok atau seminggu mendatang.

Data yang terukur akan menghasilkan strategi yang tepat dan menciptakan peluang keberhasilan yang lebih tinggi.

jasa facebook ads jakarta
source: neilpatel.com

B. Tips dan Strategi Berjualan Online

Sudah memantapkan diri beralih ke digital?

Bagus!

Waktunya kita berbicara sedikit mengenai tips dan strategi dalam mengoptimalkan digital marketing.

Sebagaimana kata Joe Chernov, “Marketing yang baik membuat perusahaan tampak cerdas. Marketing yang luar biasa justru membuat konsumen merasa cerdas.”

Ini artinya, butuh cara khusus agar kita tidak sembarangan menjalankan aktivitas marketing.

  1. Buka Toko Online-mu!

Langkah termudah yang dapat Anda lakukan sejak awal ialah membangun “rumah”, baik di marketplace maupun bikin website sendiri.

Marketplace atau e-commerce sudah banyak menjamur. Mulai dari Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, BliBli, dan masih banyak lagi.

Layanannya GRATIS.

Penggunaannya pun mudah, tinggal mengatur profil toko dan memasukkan produk kita.

Bedanya, Anda seperti membuka lapak di pasar. Saingannya buaaanyak dan biasanya adu banting harga.

Pilihan lainnya, bangunlah website sendiri apabila Anda mempunyai cukup uang.

Di sana, Anda bebas membangun branding, mengedukasi pelanggan lewat blog, dan tentu saja menampilkan produk.

  1. Aktifkan Media Sosial

Jadilah lebih dekat dengan konsumen melalui media sosial.

Bukan sekadar menawarkan produk, tetapi ajaklah mereka ke dalam komunitas Anda. Bawa mereka menjadi bagian dari aktivitas bisnis Anda, bukan lumbung uang semata.

Buffer, perusahaan jasa manajemen media sosial, menyampaikan bahwa sekitar 37 persen konsumen memutuskan membeli suatu produk setelah melihat di media sosial.

Buatlah akun di Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, maupun Youtube. Definisikan siapa target pasar Anda. Kemudian, selamat bersenang-senang membuat konten yang relevan dan meningkatkan engagement dengan mereka.

  1. Tampil di Google My Business

Hasil pencarian Google akan memprioritaskan daftar Google My Business.

Akibatnya, banyak orang yang tidak perlu scrolling atau mengeklik website tertentu. Mereka sudah memperoleh informasi yang dibutuhkan melalui panduan alamat atau deskripsi singkat di Google My Business.

Google My Business juga menyediakan fitur rating dan review yang dapat menaikkan brand Anda apabila dipenuhi testimoni positif.

Ssst…

Survei dari Bright Local pada tahun 2020 menunjukkan, lebih dari 86 persen orang mempercayai ulasan online seperti mereka meyakini rekomendasi temannya.

bikin google my business

  1. Ceritakan Kisah Anda

Di era keterbukaan ini, konsumen menyukai interaksi yang tidak dibuat-buat.

Mereka ingin tahu siapa Anda. Berceritalah dan terbuka mengenai bisnis Anda, para staf di belakang layar, maupun nilai-nilai yang ditawarkan perusahaan.

Para pelaku UMKM dapat bercerita tentang perjuangan mereka membangun bisnis dari nol. Ketika belum memiliki apa-apa.

Atau…

Betapa beratnya membuka usaha di wilayah pelosok dengan akses internet terbatas dan infrastruktur jalan yang kurang memadai.

Anda bisa mencoba buat video-video pendek. Lalu, mengunggahnya di Instagram Story, YouTube, hingga TikTok.

Di Amerika sana, lebih dari 85 persen pengguna internet lebih memilih video dibandingkan konten gambar biasa, loh.

  1. Periklanan Digital

Masih ada modal tersisa?

Tidak ada salahnya Anda menjajal iklan digital, seperti Facebook/Intagram Ads dan Google Ads.

Jangan lupa pula mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO), meskipun cara ini membutuhkan waktu yang lebih lama.

Beriklan secara digital membuka kesempatan memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan dalam waktu relatif lebih cepat.

Kalaupun belum mencapai target closing, kontak atau lead yang masuk dapat menjadi aset untuk Anda follow up secara berkala.

***

Dunia digital merupakan dunia yang dinamis. Para pelaku UMKM yang bermain di dunia tersebut harus mau terus belajar dan memperbarui pengetahuan maupun strateginya. Anda wajib beradaptasi dengan cepat. Taktik yang berhasil bulan ini, belum tentu berhasil pula di bulan depan.

Bikin Caption Instagram Mudah Pakai Teknik B-A-B

Bikin Caption Instagram Mudah Pakai Teknik B-A-B

Apakah kamu masih sering bingung saat harus menulis caption di Instagram maupun Facebook?

Bisa dibilang, menulis caption memang gampang-gampang susah.

Kreator pemula atau social media specialist junior umumnya memiliki masalah tersendiri dalam urusan ini.

Padahal, kalau kita mengetahui formula yang tepat, menulis caption bisa jadi lebih mudah, loh.

Salah satu teknik Copywriting yang dapat kamu pakai ialah teknik B-A-B alias Before-After-Bridge.

Teknik ini akan membuat caption-mu menjadi lebih tersusun dan efektif dalam menjelaskan konten.

Apa itu teknik B-A-B, dan bagaimana menerapkannya? Check it out!

B – Before

Pada bagian awal tulisanmu, jelaskanlah kondisi yang dialami audience saat ini.

Terangkan apa yang menjadi masalah mereka serta situasi dan keadaan yang mereka alami sebelum melihat kontenmu.

A – After

Di paragraf berikutnya, ungkapkan secara spesifik kondisi ideal yang diharapkan audience.

Tuliskan perubahan apa yang bisa mereka peroleh setelah membaca atau melihat konten kita.

B – Bridge

Terakhir, paparkan solusi yang dapat diterapkan oleh audience demi menyelesaikan masalahnya.

Sebutkan apa yang bisa dilakukan mereka, melalui kontenmu, untuk mengubah keadaan dari Before menuju After.

Masih bingung? Coba deh perhatikan kembali tulisan ini dari awal.

Dalam versi yang bisa disederhanakan lagi, artikel yang kamu baca ini juga menggunakan teknik Before-After-Bridge.

“Apakah kamu masih sering bingung saat harus menulis caption di Instagram maupun Facebook?”

Paragraf ini adalah BEFORE.

Kondisi audience sebelum membaca konten kita.

“Padahal, kalau kita mengetahui formula yang tepat, menulis caption bisa jadi lebih mudah, loh.

Salah satu teknik Copywriting yang dapat kamu pakai ialah teknik B-A-B alias Before-After-Bridge.

Teknik ini akan membuat caption-mu menjadi lebih tersusun dan efektif dalam menjelaskan konten.”

Sedangkan paragraf ini adalah AFTER.

Kondisi ideal yang diharapkan oleh audience.

“Apa itu teknik B-A-B, dan bagaimana menerapkannya? Check it out!”

Paragraf ini hingga penjabaran mengenai teknik B-A-B termasuk BRIDGE.

Pada paragraf inilah, audience memahami bagaimana mengubah keadaan dari BEFORE menuju AFTER melalui konten kita.

Sudah mulai paham?

Kunci menulis caption bukanlah bakat, melainkan latihan yang dikerjakan secara konsisten dan semangat untuk terus belajar serta memperbaiki diri.

Semakin banyak jam terbang kita, biasanya semakin terasa lebih mudah.

Yuk, nulis!

Website Sepi? Ini 5 Tips Mudah Datangkan Traffic

Website Sepi? Ini 5 Tips Mudah Datangkan Traffic

Bisnis Anda sudah mulai go online? Sudah bikin website?

Bagus!

Tapi itu belum cukup…

Bagaimana mau menghasilkan penjualan, jika website kita tidak ada yang mengunjungi?!

Ibarat buka toko di pinggir jalan, lalu berharap orang datang begitu saja tanpa menjalankan aktivitas MARKETING.

Nggak ada sales yang sebar brosur.

Nggak ada teriakan-teriakan yang mengajak, “Boleh kak, promo kuenya beli 2 gratis 1. Silakan mampir…”

Di artikel kali ini, Mastah.id akan sedikit sharing mengenai Traffic Website: Mengapa traffic itu penting dan bagaimana langkah mendongkrak traffic website?

Mengapa Traffic itu Penting?

Secara sederhana, traffic website merujuk pada setiap orang yang masuk ke dalam website kita.

Kegiatan masuk tersebut direkam sebagai kunjungan (visit).

Traffic ini dihitung berbeda dari masing-masing halaman (page) pada website Anda. Itu artinya, setiap halaman berdiri independen.

Contohnya…

Mastah.id memiliki dua halaman: Home dan Kontak.

Apabila Anda masuk ke halaman Home, maka terhitung 1 traffic.

Selanjutnya apabila Anda masuk ke halaman Kontak, maka terhitung pula 1 traffic meskipun dari pengunjung yang sama.

Tidak peduli halaman mana yang dituju, selama ada pengunjung, maka data merekamnya sebagai traffic.

Website dengan traffic yang tinggi memiliki setidaknya 3 keuntungan berikut:

  1. Menaikkan kesempatan closing sehingga turut menghasilkan potensi penjualan dari total jumlah pengunjung.
  2. Meningkatkan brand awareness dan exposure sehingga orang-orang semakin mengenal produk dan layanan Anda.
  3. Memperoleh revenue dari iklan sponsor. Manfaat ini biasanya dirasakan oleh portal berita. Mereka menyediakan slot banner iklan dengan tarif tertentu.

Setelah memahami pentingnya traffic website, bagaimana langkah berikutnya untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung?

Berikut ini 5 tipsnya dari Mastah.id

5 Tips Mudah Meningkatkan Traffic Website

  1. Paid Advertising

Paid advertising alias iklan berbayar merupakan cara termudah untuk mendatangkan traffic.

Tapi tentunya Anda harus merogoh dompet.

Beberapa jenis paid advertising yang bisa Anda jajal, antara lain:

  1. Search Ads. Melalui iklan ini, halaman website Anda akan tampil di halaman pencarian google ketika orang mengetikkan sebuah kata kunci.
  2. Social Media Marketing. Beriklan di media sosial bukan hanya mampu mendongkrak traffic, melainkan juga meningkatkan engagement dan brand awareness.
  3. Display Advertising. Iklan tipe ini tampil di tempat tertentu di dalam website, biasanya berbentu banner ads atau video ads.

  1. Promosikan Website di Media Sosial

Dengan pengguna aktif mencapai jutaan user per hari, media sosial menjadi wadah efektif untuk mempromosikan apa pun.

Termasuk website kita.

Platform seperti Facebook dan Instagram cocok bagi website di bidang e-commerce, food & beverages, kecantikan, hingga berita terkini.

Sedangkan platform semisal LinkedIn lebih tepat diisi dengan konten seputar tips, pekerjaan, maupun kabar terbaru mengenai industri dan perusahaan tertentu.

Jangan lupakan pula Twitter, YouTube, bahkan TikTok.

Banyaklah bereksperimen sampai menemukan platform yang paling sesuai dengan model bisnis Anda.

  1. Guest Blogging

Mengunjungi blog atau website orang lain, kemudian memberikan komentar di sana sangat berguna untuk menaikkan traffic website kita.

Karenanya, penting bagi Anda maupun tim marketing masuk dalam komunitas blog.

Para member biasanya punya ikatan kuat untuk saling mengunjungi blog masing-masing, sebab cara demikian juga akan mendongkrak nilai kunjungan blog mereka.

Saat mereka komentar di website Anda, rajinlah untuk membalasnya.

Tidak hanya itu, Guest Blogging pun memiliki keuntungan berupa memperluas jaringan pribadi, menunjukkan pada Anda traffic yang benar-benar tertarget, serta memperbaiki ranking website di SERP (search engine result pages).

Ditambah, nilai backlink dan online authority website kemungkinan besar ikut naik.

  1. Wawancara Tokoh Penting

Old but gold.

Cara ini mungkin terkesan kuno.

Namun masih dipakai hingga sekarang dalam bentuk yang beragam, dan hasilnya cukup memuaskan.

Public figure maupun tokoh penting lainnya selalu mengundang traffic.

Dalam konteks website, cobalah berkolaborasi dengan mereka dalam suatu wawancara eksklusif, mengadakan webinar, atau mengisi podcast.

Kemudian masukkan ke dalam website Anda demi menarik traffic lebih banyak.

  1. Pastikan Website Anda Responsive

Bukan hanya sibuk mengajak orang supaya berkunjung, perhatikan pula kondisi dapur kita.

Percantik desain website Anda.

Rapikan posisi teks dan gambar.

Percepat loading halaman.

Susun konten sesuai kategori masing-masing.

Terlebih, pastikan tampilan website tidak berantakan ketika dibuka melalui device yang berbeda, baik di PC maupun mobile.

***

Menaikkan traffic website bukanlah proses yang instan.

Butuh ketekunan, disiplin, dan kesabaran.

Kecuali, Anda punya cukup banyak uang untuk jor-joran dalam Paid Advertising, hehe.