4 Magnet Jualan ala Pakar Branding Pak Bi

4 Magnet Jualan ala Pakar Branding Pak Bi

Nama Subiakto Priosoedarsono atau yang akrab dipanggil Pak Bi tentu sudah tidak asing di telinga para pelaku usaha di Indonesia.

Bermodal pengalaman selama lebih dari 50 tahun, beliau menjelma sebagai praktisi branding mulai dari produk permen hingga presiden!

Melalui media sosialnya, Pak Bi kerap membagikan pengetahuannya mengenai bisnis, branding, cara jualan, dan sebagainya.

Termasuk baru-baru ini…

Pak Bi sedikit sharing mengenai 4 MACAM MAGNET JUALAN yang bikin konsumen tertarik pada produk atau layanan kita.

Apa saja itu? Berikut ini ulasan singkatnya!

  1. Magnet Insentif

Insentif berarti tambahan tertentu yang merangsang terjadinya transaksi.

Insentive does the selling.

Bentuknya dapat berupa diskon, bonus, hadiah, cashback, maupun program cicilan.

Sayangnya, margnet ini membuat kita cepat memperoleh uang, tapi tidak dalam jangka panjang.

Apabila diterapkan terus-menerus, konsumen akan loyal pada insentifnya.

Bukan pada produk atau jasa kita.

Konsumen pun hanya belanja kalau ada momen promo atau diskonan.

Cara ini biasanya dilakukan saat usaha kita berada di tahap SELLING.

  1. Magnet Produk

Produk kita terjual karena keunggulan fiturnya atau bisa menyelesaikan masalah konsumen.

Product does the selling.

Di sini, produk akan disanjung setinggi langit dengan segala kelebihannya.

Ini yang umumnya dilakukan dalam aktivitas MARKETING.

Prosesnya memang agak lama, tetapi konsumen menjadi loyal pada produknya.

Kelemahan magnet ini, yaitu jikalau tiba-tiba ada pesaing yang punya produk dengan fitur lebih unggul. Loyalitas konsumen bisa pindah ke produk saingan tersebut.

  1. Magnet Brand

Letak magnetnya ada pada “seberapa bisa produk kita membuat konsumen eksis di mata teman-temannya”.

Brand does the selling.

Loyalitas konsumen bukan lagi pada bonus atau produk semata. Melainkan pada value atau nilai yang kita tawarkan.

Inilah yang disebut sebagai kegiatan BRANDING.

  1. Magnet Endorse

Endorse menjadi magnet baru yang kekinian dan sedang naik daun.

Magnetnya terletak pada sosok yang mengendorse.

Secara umum, terdapat tiga sosok yang layak kita tarik sebagai endorser, yakni:

  1. Celebrity. Pastinya sosok terkenal yang mempunyai fanbase besar.

Engagement atau interaksinya mungkin sebatas penggemar. Namun mereka yang nge-fans berat dan ingin tampil seperti idolanya pasti ikut membeli.

  1. Expert. Sosok yang ahli atau dianggap memiliki keahlian di bidang tertentu.

Saran dari expert pasti akan diikuti oleh sebagian besar masyarakat.

  1. Teman. Sosok yang dekat dengan konsumen.

Tidak terkenal, tidak ahli juga.

Tetapi 24 jam melekat, senasib sependeritaan.

Tingkat engagement sanga kuat.

Saran dari teman berpeluang besar diikuti oleh temannya lagi.

Hanya saja, kelemahan magnet ialah loyalitas bukan pada produk. Melainkan pada selebritas, ahli, atau teman dekatnya.

Kalau orang-orang tersebut menyarankan ganti produk, konsumen juga ikut pindah ke produk pesaing.

Jadi, magnet mana saja yang sudah kamu terapkan?

5 Tren Digital Marketing di Tahun 2021

5 Tren Digital Marketing di Tahun 2021

Bagi para pemilik bisnis atau orang marketing, selalu menarik rasanya memperhatikan tren digital marketing di masa lalu dan masa depan.

Termasuk tahun 2021 ini…

Tiada alasan lain kecuali untuk menyusun strategi pemasaran berdasarkan perkembangan teknologi dan tren yang tengah berlangsung.

Dilansir dari berbagai sumber, Mastah.id menemukan setidaknya ada 7 tren digital marketing di sepanjang tahun 2021, yaitu:

  1. Artificial Intelligence
  2. Omnichannel Marketing
  3. Video Marketing
  4. Social Media Stories
  5. Geofencing Technology

Bagaimana penjelasan sederhana dari masing-masing tren tersebut?

Yuk, lanjutkan scrolling-nya!

  1. Artificial Intelligence

Tahun 2021-2022 diprediksi jadi momentum The Rise of AI, Masa Kebangkitan Artificial Intelligence.

AI bukan lagi sekadar istilah keren-kerenan.

Menurut Gartner, perusahaan riset teknologi asal Amerika Serikat, fitur AI sudah tersedia di hampir seluruh software baru sepanjang tahun 2020.

Berikut ini alasan utama mengapa sejumlah perusahaan mengandalkan AI dalam bisnis mereka:

Kecerdasan buatan dikenal sanggup menganalisis perilaku konsumen dan pola pencarian di internet, serta memanfaatkan data dari media sosial maupun blog untuk membantu bisnis memahami bagaimana konsumen menemukan produk dan layanan mereka.

Karenanya, bisnis yang mengadopsi kecerdasan buatan, berpeluang besar dalam memangkas pengeluaran staf dan mempercepat pertumbuhan perusahaan.

AI sudah banyak diimplementasikan dalam produk digital.

Contoh yang paling terlihat ialah penggunaan AI sebagai Chatbot.

Dalam praktiknya, Chatbot akan menjadi perangkat lunak yang memproses bahasa secara alami.

Dilengkapi AI, Chatbot dapat menguraikan apa yang diinginkan pelanggan dan membuat mereka seakan-akan sedang mengobrol dengan manusia sungguhan.

  1. Omnichannel Marketing

Bisnis Anda sudah punya akun Instagram, tapi belum punya website?

Atau sebaliknya, punya website tetapi nggak bikin akun media sosial?

Lupakan gaya lama ini!

Tren menunjukkan, banyak perusahaan kini menerapkan model omnichannel marketing.

Yaitu…

Metode pemasaran yang mengandalkan banyak platform sekaligus.

Mulai dari website, media sosial, messenger, email, sampai toko fisik.

Semua platform saling terhubung dengan menampilkan konten yang selarasa dan saling melengkapi.

Dengan demikian, konsumen dapat menemukan brand Anda dengan mudah di platform manapun.

Dibandingkan dengan satu channel, pemasaran yang memanfaatkan banyak channel cenderung mempunyai tingkat engagement dan jumlah pembelian hingga 250% lebih tinggi, loh!

  1. Video Marketing

YouTube, TikTok, dan Instagram Reels menunjukkan video marketing telah menjelma sebagai media pemasaran paling penting.

Bukan hanya kini, mungkin sampai 5-10 tahun mendatang.

Seberapa penting video marketing bagi bisnis Anda?

Coba perhatikan data ini:

  • 70% konsumen mengaku pernah membagikan sebuah video dari brand tertentu (Wyzowl)
  • 72% bisnis mengaku video marketing telah meningkatkan conversion rate mereka. (Wyzowl)
  • 52% konsumen mengakui bahwa menonton video membuat mereka lebih percaya diri untuk membeli sesuatu. (Invodo)
  • 65% eksekutif bisnis mengunjungi website calon vendor dan 39% di antaranya segera menelepon setelah menonton video. (Forbes)

Video marketing sejauh ini juga menjadi cara paling top untuk memperkenalkan produk dan layanan terbaru.

Siapkan budget untuk bikin video, ya.

  1. Social Media Stories

Berawal dari Snapchat, kini platform media sosial satu per satu mulai memperkenalkan fitur Stories.

Instagram, Whatsapp, dan Facebook tak mau kalah.

Bahkan YouTube yang jelas-jelas seluruh kontennya berisi video, tetap menghadirkan fitur ini.

Pada dasarnya, Stories memperdaya sifat FOMO (fear of missing out) pada manusia.

Karena dapat menghilang dalam waktu cepat, hanya bertahan 24 jam, fitur Stories justru biasanya lebih banyak ditonton daripada konten biasa.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama tahu.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama nge-share.

Manusia selalu ingin menjadi yang pertama nonton.

Untuk mendorong interaksi, cobalah beberapa cara berikut ketika meng-upload Stories:

  • Gunakan fitur polling pada Instagram Stories
  • Tambahkan link yang mengarah ke website kita
  • Masukkan tag lokasi
  • Mention brand lain atau follower Anda
  • Sesekali bikin live video
  • Buat call-to-action yang jelas
  1. Geofencing Technology

Pernah nggak sih, lagi main ke suatu tempat, lalu mendapat notifikasi dari KFC di wilayah itu?

Inilah yang disebut dengan Geofencing Technology. Metode pemasaran ini memungkinkan bisnis kita untuk menargetkan calon konsumen di daerah tertentu.

Tren metode ini diperkirakan akan terus tumbuh.

Nilai pasarnya dapat mengalami lonjakan hingga 2,4 miliar US Dolar pada tahun 2023.

Salah satu cara mudah memanfaatkan teknologi ini ialah dengan mengoptimalkan Local SEO.

Daftarkan bisnis Anda di Google My Business memakai nama brand yang dilengkapi kata kunci tertentu.

Misal, Bakso Enak H. Dudung Malang.

Ketika ada wisatawan yang sedang pergi ke Malang, kemudian mencari keyword “bakso enak” di Google, bukan tidak mungkin toko Anda yang akan pertama kali muncul.

Masih ada banyak lagi tren digital marketing di tahun ini, yang sebagian besar diprediksi akan semakin berkembang pada tahun mendatang.

Kuncinya, jangan pernah berhenti mengeksplorasi, apalagi keras kepala dengan satu metode. Ciayo!

6 Rekomendasi Buku Tentang Social Media Marketing

6 Rekomendasi Buku Tentang Social Media Marketing

Selama beberapa tahun terakhir, media sosial menjadi tempat yang tepat untuk memasarkan produk.

Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, hingga platform video yang sekarang tengah naik daun TikTok.

Masing-masing platform punya karakternya sendiri.

Masing-masing platform juga punya algoritma tersendiri yang senantiasa berubah-ubah.

Alhasil, butuh strategi khusus dan berbeda-beda agar brand kita bisa menang di setiap platform tersebut.

Mau mendalami Social Media Marketing, tapi masih bingung belajar dari mana?

Berikut ini, Mastah.id kasih 6 rekomendasi supaya kamu dapat lebih paham mengenai Social Media Marketing. Yuk, sama-sama belajar!

  1. BREAK THROUGH THE NOISE

Konon, konten video lebih banyak disukai dan dibagikan oleh para pengguna media sosial, dibandingkan gambar atau foto biasa.

Namun, bagaimana cara membuat konten video yang shareable?

Break Through The Noise akan mengajarkan kita membuat konten video untuk mempromosikan bisnis.

Buku yang dikarang oleh Tim Staples ini juga memuat 9 aturan supaya video kita menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang (The 9 Rules to Capture Global Attention).

Cocok sekali buat kamu yang lagi fokus membuat konten di TikTok, Youtube, IGTV, maupun platform video lainnya.

  1. CONTAGIOUS; Rahasia di Balik Produk dan Gagasan yang Populer

Di samping meningkatkan penjualan, para pemilik bisnis ingin sekali konten mereka VIRAL di dunia maya.

Mungkin kamu juga seperti itu.

Bermimpi brand dan produk kita jadi buah bibir netizen.

Jonah Berger melalui buku ini akan menjelaskan 6 hal kunci yang menjadi syarat agar sebuah gagasan, produk, atau apa pun itu selalu dibicarakan orang-orang di luar sana.

Keenam hal tersebut, yaitu…

Baca sendiri ya bukunya, hehe.

  1. START WITH WHY

“Mengapa?”

Mengapa kamu memilih Instagram sebagai media pemasaran?

Mengapa kamu sangat ingin membuat video di TikTok?

Mengapa kamu mau beriklan di Facebook?

Walaupun tidak spesifik membahas Social Media Marketing, buku yang ditulis oleh Simon Sinek ini akan mengajak kita berpikir kembali tentang alasan di balik setiap keputusan dan langkah yang diambil.

Ketika tujuan bergelut di media sosial sudah lebih clear, biasanya kita jadi lebih mudah menyusun milestone, mengukur progress, serta mengevaluasi setiap capaian.

  1. INFLUENCE; The Psychology of Persuasion

Marketing selalu tentang bagaimana mempengaruhi orang lain.

Termasuk lewat media sosial.

Robert B. Cialdini, Profesor Psikologi di Arizona State University, akan menjabarkan 6 prinsip supaya tim marketing dan sales kamu menjadi lebih persuasif.

Menariknya, buku ini merupakan riset panjang yang dilakukan selama 35 tahun.

Bahkan Robert tidak segan-segan melamar sebagai sales penjual mobil dan pramusaji untuk menguji hipotesisnya.

Siap baca dan praktikkan?

  1. THIS IS MARKETING

Tidak ada seorang ahli yang tidak menguasai teknik dasar.

Terkadang, orang menjadi hebat justru karena melatih teknik dasarnya dengan konsisten.

Karenanya, sebelum jauh mengelola media sosial, tim pemasaran juga sudah harus menguasai teori dasar marketing secara umum.

Buku yang disusun inspirator ulung, Seth Godin, ini berisi seluk-belum dunia marketing.

Mulai dari cara membangun kepercayaan, membidik target pasar, hingga seni memposisikan diri.

Godin juga mengungkapkan alasan mengapa cara terbaik untuk mencapai tujuan pemasaran ialah dengan membantu orang lain.

Wawasan dan contoh kasus dalam buku ini akan sedikit membuat kamu menyusun ulang strategi marketing yang selama ini diterapkan.

Wow, segitunya, loh!

  1. NON OBVIOUS: How to Predict Trends and Win The Future

Membaca tren yang sedang berkembang merupakan salah satu tugas utama para pengelola media sosial.

Berdasarkan pembacaan tersebut, maka strategi konten bisa disusun.

Melalui buku ini, Rohit Bhargava memaparkan 15 tren di masa depan, yang terbagi dalam 5 kategori.

Penulis juga akan mengajarkan cara memprediksi tren. Modal yang baik untuk mempercepat pertumbuhan media sosial bisnismu.

Di antara keenam buku di atas, sudah ada yang pernah kamu baca?

6 Tips Copywriting untuk Jualan Hewan Kurban

6 Tips Copywriting untuk Jualan Hewan Kurban

Walaupun musiman, keuntungan dari bisnis hewan kurban itu sangat menggiurkan.

Terkadang, laba yang diperoleh selama satu bulan, cukup buat makan satu tahun.

Wow!

Nggak heran, banyak orang mulai berjualan kambing dan sapi kurban ketika mendekati Hari Raya Idul Adha.

Mulai dari peternak, owner bisnis aqiqah, sampai karyawan kantoran yang mau mencari duit sampingan.

Terlebih di masa pandemi ini.

Di saat sebagian besar dari kita kena PHK dan kehilangan pekerjaan tetap.

Bukan tidak mungkin masyarakat akan berbondong-bondong banting setir jualan kurban.

Bisa jadi kamu salah satunya…

Buat sedikit membantu kamu, Mastah.id punya 6 tips menulis copywriting buat jualan hewan kurban.

Copywriting ini bisa kamu terapkan untuk beriklan di Whatsapp maupun media sosial seperti Facebook dan Instagram. Selamat mencoba!

  1. Kenali Target Pasar

Menyusun detail profil target market 10 kali lebih penting dari copywriting-nya.

Sebelum jauh-jauh menulis materi iklan, kenali dulu siapa dan bagaimana karakter dari calon customer.

Apakah laki-laki, perempuan, atau keduanya.

Berapa rata-rata usia customer yang kamu bidik.

Apa latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.

Berjualan hewan kurban bagi mereka yang budget-nya terbatas tentu beda strateginya dengan mereka yang rajin main ke mall.

  1. Pikirkan Manfaat yang Bisa Kamu Berikan

Memangnya apa manfaat lain selain konsumen akan mendapatkan hewan kurban sesuai pesanannya?

Hush!

Itulah pentingnya mengenali target pasar.

Sebab, salah satu unsur penting dalam menulis copywriting adalah: apa keuntungan yang didapat konsumen apabila membeli hewan kurban di tempat kita.

Perhatikan kepentingan konsumen, bukan kepentingan kita pribadi.

Contohnya lembaga-lembaga sosial seperti ACT dan Laznas BSM Umat yang menyalurkan daging kurban ke wilayah pelosok.

Di samping menunaikan ibadah kurban, konsumen dapat sekaligus beramal bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

  1. Hilangkan Kalimat Penawaran yang Jelek dan Samar

Contoh kalimat penawaran yang kurang baik:

“Sapi kami merupakan pilihan terbaik dengan ukuran besar dan gemuk.”

Kalimat penawaran yang lebih baik:

“Sapi kami dikirim langsung dari Bali dengan berat rata-rata sekitar xx – xx kg. Tanpa cacat, seluruh anggota badan lengkap.”

  1. Hindari Testimoni yang Muluk-muluk

Social proof memang salah satu elemen utama dalam copywriting.

Tetapi menulis testimoni yang berlebihan, apalagi palsu, hanya akan dibaca sekilas.

Semua orang suka cerita.

Sampaikanlah testimoni yang bercerita untuk meyakinkan pembeli.

Contoh testimoni berlebihan yang tidak bermakna:

“Kambing yang dijual toko X terjamin kualitasnya. Kondisi oke dan perawatannya juga bagus.”

Contoh testimoni yang lebih baik:

“Awalnya saya tidak yakin dengan toko X. Foto di Instagramnya sih masih sedikit. Tetapi setelah survei langsung ke kandangnya, saya langsung suka. Kambing-kambingnya terawat. Pelayanan di sana juga sangat ramah dan fast response pas saya Whatsapp. Malah saya diberikan ongkir gratis sampai di rumah. Recommended, deh.”

  1. Jangan Sibuk Membicarakan Diri Sendiri

Nggak penting kamu siapa.

Yang penting adalah apa yang kamu berikan untuk pelanggan.

Terus-menerus membicarakan diri sendiri justru menjadi omong kosong.

Mulailah menceritakan bagaimana hewan kurban kita mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Contoh penawaran yang terlalu banyak membicarakan diri sendiri:

“Toko kami memiliki sejumlah penghargaan bergengsi dan berpengalaman puluhan tahun di dunia kurban.”

Contoh penawaran yang lebih baik:

“Kami menjamin hewan kurban Anda akan terkirim maksimal 24 jam setelah pembayaran.”

  1. Optimalkan Headline dengan Angka dan Scarcity

Headline itu sama dengan iklannya iklan kamu.

Artinya, membuat headline yang tepat sangat penting supaya iklanmu dibaca orang.

Kalau sejak headline sudah tidak menarik, jangankan membaca isi iklan, calon customer mungkin cuma scroll iklan kamu ke konten lain.

Mengoptimalkan headline untuk berjualan hewan kurban bisa dengan du acara, yaitu memakai angka dan teknik scarcity.

Judul iklan yang disertai angka akan menambah nilai psikologis bagi pembaca.

Dalam kasus lain, angka juga menjadi social proof yang meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Contohnya begini:

“Lebih dari 10.000 orang telah membeli hewan kurban mereka tahun lalu di sini.”

“Kurban Anda akan disalurkan bagi 100 keluarga tidak mampu di NTT.”

Di samping itu, cobalah menggunakan teknik scarcity atau kelangkaan.

Penawaran yang dibatasi waktu akan menciptakan efek ekslusif sekaligus “memaksa” orang untuk segera membeli.

Contohnya begini:

“Hanya 3 Hari! Diskon 10% untuk sapi terbaik pilihan Anda.”

“Pesan sekarang karena harga naik 7 hari lagi.”

***

Membicarakan copywriting tentu tidak ada habisnya.

Kamu boleh menjajal teori dan metode apa pun.

Coba lagi, evaluasi lagi, jalankan lagi.

Begitu seterusnya.

Semoga berkah dan sukses jualan hewan kurbannya, ya!

Marketing Flywheel: Pengertian, Proses, dan Tahapannya

Marketing Flywheel: Pengertian, Proses, dan Tahapannya

Selama bertahun-tahun dunia pemasaran mengenal istilah Marketing Funnel.

Strategi ini biasanya terdiri dari beberapa tahapan (stage) supaya calon konsumen membeli produk atau memakai jasa kita.

Contohnya begini, kamu memancing orang-orang melalui iklan di Facebook dan Instagram. Ini tahap pertama.

Lalu, orang itu mengeklik iklan, lantas masuk ke halaman penjualan (landing page).

Jika tertarik, si calon pelanggan akan menekan tombol CTA.

Kemudian masuk ke nomor admin, hingga akhirnya memesan produk.

Ibarat corong (funnel), setiap tahapan akan terus mengerucut.

Jumlah orang yang mengeklik CTA tentu lebih sedikit dibandingkan total pengunjung landing page kita.

Jumlah orang yang benar-benar menghubungi admin umumnya lebih sedikit daripada yang mengeklik tombol CTA.

Untuk mengaplikasikan Marketing Funnel, kita biasanya menggunakan model AIDA yang ditemukan pada 1898 oleh Elias St. Elmo Lewis. Secara sederhana, AIDA berarti:

Attention – Interest – Desire – Action

Tidak ada yang salah dengan Marketing Funnel.

Namun, para pakar marketing perlahan melihat ada lubang menganga di dalam strategi ini. Ada yang kurang. Ada yang tidak sempurna.

Maka berkembanglah metodologi MARKETING FLYWHEEL.

Apa dan Mengapa Marketing Flywheel itu Lahir?

Zaman berganti, perilaku konsumen pun berubah.

Marketing Funnel menjadikan konsumen sebagai output.

Akibatnya, orang-orang marketing dan sales menghabiskan energi mereka untuk mencari trafik sebanyak-banyaknya, demi mendapatkan PELANGGAN BARU setiap hari.

Prosesnya berhenti sampai di situ.

Cara ini cenderung melelahkan. Sebab, energi akan terbuang “percuma”.

Andai saja energi untuk menghasilkan penjualan dapat lebih diefisiensikan lagi. Berputar terus tanpa perlu kita sendiri yang bekerja.

Di samping harus selalu menawarkan barang agar memperoleh customer baru, banyak orang juga sudah mulai skeptis dan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh para salesperson.

Butuh effort lebih besar untuk meyakinkan calon konsumen.

Bagaimana solusinya?

Alih-alih menempatkan konsumen sebagai tujuan akhir, metode Marketing Flywheel memposisikan pelanggan di TITIK SENTRAL.

Marketing Flywheel merupakan model yang menjelaskan besar momentum atau pertumbuhan bisnis ketika kita meningkatkan nilai customer experience.

Seperti flywheel alias roda gila, strategi ini bekerja dengan meningkatkan momentum sebuah mesin. Dalam hal ini, kekuatan pelanggan dikumpulkan demi menggerakkan bisnis.

Konsep Marketing Flywheel mengedepankan kepuasan pelanggan (aftersales) sehingga mereka menjelma sebagai happy customer yang bahkan tanpa segan ikut memasarkan produk dan jasa kita kepada orang lain.

Tanpa disuruh.

Tanpa diperintah.

Murni atas inisiatif pelanggan untuk berbagi informasi karena merasa senang atas pelayanan kita.

Dengan begitu, Marketing Flywheel akan menciptakan repeat order yang tinggi serta mengefisiensikan kerja sales karena tidak dipaksa mencari pelanggan baru secara terus-menerus.

Bagaimana Marketing Flywheel Bekerja?

Menurut Hubspot, momentum yang dihasilkan oleh flywheel setidaknya dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:

  1. Seberapa cepat roda itu diputar?
  2. Berapa besar hambatannya?
  3. Seberapa besar rodanya?

Kecepatan perputaran roda dapat melonjak ketika perusahaan menjalankan sejumlah program dan strategi secara optimal.

Di antaranya memasang iklan berbayar, menerapkan inbound marketing, membuat sistem referral bagi pelanggan, serta meningkatkan keterampila customer service.

Selanjutnya, pastikan kamu mengeliminasi setiap gesekan yang berpotensi menghambat perputaran roda.

Contohnya, miskomunikasi antar departemen, CS tidak responsif, proses internal yang lambat, dan masih banyak lagi.

Tahapan dalam Marketing Flywheel

Berbeda dengan model funneling, Marketing Flywheel biasanya dilakukan dengan melewati 3 tahapan, sebagai berikut:

  1. Attract

Di tahap ini, orang-orang di bagian marketing berupaya untuk menarik calon pelanggan sebanyak-banyaknya.

Buat target pasar mengenal brand atau produk kita.

Beberapa cara yang bisa kamu coba, antara lain membuat content marketing, memaksimalkan SEO (search engine optimization), serta menjalankan social media marketing.

  1. Engage

Setelah mereka tertarik, bangunlah interaksi yang intensif terhadap para calon customer.

Ajak mereka berbicara dan berikan edukasi mengenai produk atau jasa mereka.

Interaksi ini dapat dibangun, misalnya dengan membuat konten product knowledge di media sosial, membalas komentar dan DM, mengadakan webinar, menulis di blog perusahaan, atau berbincang di Podcast.

  1. Delight

Di sinilah perbedaan mendasar antara Marketing Funnel dan Marketing Flywheel.

Pada fase ini, kita berupaya membawa kesenangan ke dalam customer experience.

Tim marketing akan memprioritaskan kepuasan dan membangun hubungan baik dengan pelanggan secara berkelanjutan.

Kebahagiaan konsumen adalah kesuksesan bisnis kita.

Agar berhasil di tahap ini, kamu dapat memberikan aftersales setelah konsumen membeli produk, mengadakan program membership, menyelenggarakan survei kepuasan, serta aktif meminta feedback melalui email maupun telepon.

Di masa mendatang, Marketing Flywheel akan semakin sering diterapkan oleh perusahaan dan pelaku usaha.

HubSpot menyebut, konsumen kini tidak lagi melihat apa konten pemasaran kita untuk memutuskan membeli produk.

Mereka justru lebih percaya dengan review independent dari pihak ketiga, ulasan dari pelanggan lama, rekomendasi dari teman sejawat, atau “iklan” gratis dari mulut ke mulut.

Selama bertahun-tahun dunia pemasaran mengenal istilah Marketing Funnel, tetapi teori ini sudah mulai tidak relevan.

Waktunya geser strategi pemasaran kamu ke Marketing Flywheel!

10 Skill yang Wajib Kamu Miliki di Tahun 2022

10 Skill yang Wajib Kamu Miliki di Tahun 2022

Bayangkan ketika semua orang mengetahui nasibnya di masa depan.

Sayangnya hingga saat ini, sikap halu tersebut tidak mungkin terwujud.

Masa depan menjadi spesial justru karena kemisteriannya.

Dibandingkan menerka-nerka, manusia yang bijak justru sibuk memperbaiki diri dan meningkatkan kompetensi.

Beruntung, World Economic Forum pada 2018 silam merilis hasil riset mengenai pekerjaan dan keahlian yang akan berkembang di waktu mendatang.

Dalam laporan tersebut, WE Forum juga menyebut ada 10 skill yang banyak dicari terutama pada tahun 2022. Siapkan dirimu!

Karakter Pekerjaan di Tahun 2022

WE Forum memprediksi sebagian besar pekerjaan akan mudah berubah secara signifikan.

Ini berarti, kamu tidak cukup hanya menguasai satu keterampilan.

Proporsi skill inti yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang sama secara terus-menerus diperkirakan hanya sekitar 58 persen.

Sebaliknya, seorang karyawan sangat mungkin mengerjakan tugas di luar kebiasaannya. Peluang pergeseran pekerjaan ini mencapai 42 persen.

Karena perubahan yang dinamis tersebut, keterampilan berupa berpikir analitis dan pembelajaran aktif akan semakin menonjol.

Begitu pula dengan kompetensi teknologi, seperti pemrograman dan robotik.

Skill dasar seperti kreativitas, orisinalitas, inisiatif, pemikiran kritis, persuasi, dan negosiasi juga akan meningkat nilainya. Ditambah keahlian dalam memperhatikan detail, ketahanan, fleksibilitas, serta pemecahan masalah yang kompleks.

Keterampilan di atas umumnya dianggap sebagai keahlian manusia yang belum bisa tergantikan oleh mesin dan algoritma apa pun.

2022 Skills Outlook

Laporan bertajuk Future of Jobs Report 2018 dari WE Forum itu selanjutnya menyebut ada 10 skill yang akan tumbuh di tahun 2022, yakni sebagai berikut:

  1. Inovasi dan berpikir analitis
  2. Strategi pembelajaran dan pembelajaran aktif
  3. Kreatif, orisinialitas, dan inisiatif
  4. Desain teknologi dan programming
  5. Pemikiran kritis, persuasi, dan negosiasi
  6. Pemecahan masalah yang kompleks
  7. Kepemimpinan dan pengaruh sosial
  8. Kecerdasan emosional
  9. Perhatian terhadap detail, ketahanan, dan fleksibilitas
  10. Analisis sistem dan evaluasi

Bercermin pada riset ini, kita tentu perlu menyulap diri menjadi pembelajar seumur hidup.

Menjadi orang-orang yang tidak cepat puas dengan skill yang sekarang dikuasainya.

Menjadi orang-orang yang banyak mendengar, banyak membaca, serta cepat beradaptasi terhadap setiap perubahan.

Terlebih, banyak pekerjaan yang dilakukan manusia saat ini—semisal berkomunikasi, berinteraksi, mengoordinasikan, dan mengelola sesuatu—akan mulai dilakukan oleh mesin, meskipun pada tingkat yang lebih rendah.

Website Pakai HTTP atau HTTPS, Apa Bedanya?

Website Pakai HTTP atau HTTPS, Apa Bedanya?

Di dalam Address Bar sebuah browser, pernahkah kamu memperhatikan ada website yang didahului http://, contohnya:

http://webresizer.com/resizer/

Ada pula, dan banyak sekali, website yang alamat URL-nya diawali dengan https://, misalnya:

https://mastah.id/

Apa sebenarnya fungsi dari http:// dan https:// dalam sebuah situs, serta apa saja perbedaan keduanya? Apakah terdapat keunggulan tersendiri apabila website kita menggunakan salah satunya?

Perbedaan HTTP dan HTTPS

HTTP

HTTP atau Hypertext Transfer Protocol merupakan protokol sederhana yang digunakan untuk mengirimkan data (hiperteks) dari web server dan browser supaya menampilkan halaman website.

Pertukaran data tersebut tidak melewati proses enkripsi. Pihak lain dapat membacanya dengan relatif mudah apabila berhasil mencegah pertukaran data ini.

Contohnya:

Website http://www.mastah.id/

Login dengan password: inipassword.

Tanpa enkripsi, maka password yang dilihat oleh hacker adalah: inipassword.

Karenanya, website yang sekadar dilengkapi protokol http:// cenderung tidak aman.

Terutama jika kita memasukkan nomor telepon atau kartu kredit ke dalam situ tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, dibuatlah protokol yang lebih aman, yaitu HTTPS.

HTTPS

HTTPS adalah akronim dari Hypertext Transfer Protocol Secure.

Protokol versi ini memanfaatkan TCP (Transmission Control Protocol) saat mengirimkan dan menerima data melalui port 443, dengan koneksi yang terenkripsi oleh SSL (Secure Socket Layer) atau TLS (Transport Layer Security).

Contohnya:

Website https://www.mastah.id/

Login dengan password: inipassword.

Karena dienkripsi, maka password yang dilihat apabila ada hacker yang sukses membobol adalah: bdsdvkjgfxzgc.

Protokol HTTPS akan memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers maupun man in the middle attacks.

Keuntungan Menggunakan HTTPS dibandingkan HTTP

Di samping jaminan keamanan, ada banyak lagi manfaat mengubah protokol HTTP menjadi HTTPS bagi sebuah website. Apa saja itu?

  1. Menjaga Privasi User

Privasi adalah hak asasi manusia, begitu kata Apple.

Setiap pengguna internet juga memiliki hak ini ketika berinteraksi dengan sebuah website.

Komunikasi maupun pertukaran data akan terenkripsi, sehingga data pengunjung yang dikirimkan akan lebih aman.

Terutama saat website meminta input password, nomor Whatsapp, alamat email, serta informasi pribadi lainnya.

  1. Mendatangkan Traffic Website Lebih Banyak

Siapa yang tidak senang website-nya dikunjungi banyak orang?

Ketika website aman dijelajahi karena menggunakan protokol HTTPS, pengunjung tentu akan merasa percaya dan betah berlama-lama.

Tingkat kepercayaan yang tinggi akan berbanding lurus dengan naiknya trafik dan peluang konversi pada website kita.

  1. Optimasi SEO

Sejak 2014 silam, Google mengumumkan bahwa HTTPS menjadi salah satu faktor penentu ranking sebuah website.

Bahkan mulai Januari 2017, Google Chrome akan menandai situs yang masih memakai HTTP untuk mengisi form registrasi, mengirim password, meminta transfer uang, atau memasukkan data tertentu.

Biasanya akan terlihat pesan “not secure” atau “tidak aman” pada Address Bar.

Walaupun tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, tetapi berpindah dari HTTP ke HTTPS adalah hal yang wajib dilakukan.

Kamu akan merasakan efek jangka panjang mengenai user experience dan membangun kepercayaan pengunjung di masa mendatang.

Dengan demikian, penggunaan HTTPS cukup membantu optimasi SEO untuk menaikkan ranking website secara perlahan.

***

Sebagian besar website hari ini telah dilengkapi HTTPS.

Merujuk data SSL Labs, per Februari 2018 saja terdapat 65.5 persen website populer yang sudah menggunakan HTTPS dari total 135.004 website.

Tentu sangat aneh apabila website kamu belum memakai HTTPS.

Butuh bantuan untuk men-setting dan mengoptimasi website agar mendapatkan banyak traffic, bahkan menghasilkan penjualan?

Mau situs kamu nangkring di page one Google?

Mastah.id solusinya.

Hubungi kami dan mari berkolaborasi melalui pengembangan teknologi serta digital marketing!

Facebook Ads 101: Menentukan Tujuan Beriklan dengan Metode SMART

Facebook Ads 101: Menentukan Tujuan Beriklan dengan Metode SMART

Start from the end.

Berawal dari akhir.

Begitu adagium dalam ilmu manajemen setiap kali kita hendak memulai sebuah proyek atau aktivitas.

Saat beriklan di Facebook maupun Instagram, prinsip ini juga wajib dipegang para business owner, marketer, dan advertiser.

Strategi ada banyak macamnya dan teori pun beragam, tetapi kita akan bingung memilihnya jika tidak mempunyai target atau tujuan beriklan yang jelas.

Goal iklan yang masih samar juga berpotensi membuat iklan tidak efektif akibat salah strategi serta sebab lainnya.

Sebagai panduan, kamu bisa menggunakan metode SMART berikut ini untuk mendefinisikan tujuan beriklan.

Apa itu Metode SMART?

SMART pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran, Direktur Perencanaan di Washington Power Water, pada 1981.

Awalnya, gagasan yang dituangkannya dalam makalah berjudul “There is a S.M.A.R.T Way to Write Management’s Goals and Objective” tersebut sukses diterapkan di perusahaannya sendiri.

Sejak itu, organisasi dan perusahaan di seluruh dunia mengimplementasikan ide Doran karena telah terbukti keefektifannya.

Kata SMART sendiri merupakan akronim dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound.

Tips Menggunakan Metode SMART

Kelima elemen dari metode SMART apabila dipraktikkan dalam membuat objective ads/campaign akan seperti berikut:

  1. Specific (Spesifik)

Sebelum menjalankan facebook/Instagram ads, tetapkan dahulu target dari iklan tersebut secara spesifik.

Apakah untuk meningkatkan penjualan, mendongkrak brand awareness, menjaring pelanggan baru, memperbanyak lead untuk optimasi whatsapp dan email marketing, atau meminta orang untuk menginstal aplikasi tertentu.

Agar lebih mudah, kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Apa yang sebenarnya ingin saya dapatkan?
  • Mengapa saya ingin mendapatkan hal tersebut?
  • Apa saja persiapan yang perlu dilakukan?
  • Apa saja hambatan yang mungkin terjadi?
  1. Measurable (Terukur)

Selanjutnya, tetapkan deretan tugas dan check point untuk menuju goal yang telah disusun.

Supaya lebih memahami, jawablah pertanyaan berikut:

  • Bagaimana saya mengukur tingkat kemajuan dari goal tersebut?
  • Bagaimana saya tahu target iklan tersebut sudah tercapai, kurang sempurna, stagnan, atau menyimpang?
  1. Achievable (Dapat Dicapai)

Mimpi boleh besar dan target memang wajib menantang, tetapi harus tetap memungkinkan untuk terwujud.

Goal yang realistis tentu berpengaruh pada besarnya biaya iklan, model iklan yang dijalankan, dan strategi yang dipilih.

Contoh sederhana, sebagian sales properti kerapkali menganggap menjalankan iklan penjualan rumah sudah cukup untuk menggaet pembeli.

Padahal, berjualan properti tidaklah sama dengan menjajakan sayuran di pasar.

Orang-orang butuh memikirkan secara masak untuk membeli sebuah rumah. Di samping mempertaruhkan dompet mereka, faktor spesifikasi rumah dan lingkungan pun jadi bahan pertimbangan.

Dalam hal ini, memperoleh closing dari satu campaign penjualan bukanlah target yang bisa dicapai.

Ini berarti ada strategi dan taktik lain yang perlu dijalankan.

Untuk memudahkan, cobalah menjawab pertanyaan berikut:

  • Bagaimana goal ini dapat tercapai?
  • Apa saja langkah-langkah rasional yang harus saya ambil?
  1. Relevant (Relevan)

Tahap berikutnya, pastikan tujuan beriklan ini relevan.

Relevan terhadap apa?

Tingkat relevansi yang dimaksud bisa beragam.

Apakah iklan relevan dengan misi perusahaan secara umum, sesuai dengan target marketing jangka panjang, selaras dengan sumber daya yang dimiliki, atau seirama dengan waktu dan kondisi saat ini.

Lihatlah pertanyaan di bawah dan cobalah jawab demi menjamin target kita sudah relevan:

  • Apakah ini target yang layak diperjuangkan?
  • Apakah ini waktu yang tepat untuk mengejarnya?
  • Apakah saya mempunyai sumber daya yang cukup?
  • Apakah goal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang saya?
  1. Time-bound (Tenggat Waktu)

Mimpi tanpa batas waktu yang tegas hanyalah angan-angan belaka.

Dengan tenggat waktu yang jelas, kita akan tahu di mana dan kapan harus memulai.

Selain itu, ketiadaan time-bound justru membuat kita merasa tidak ada urgensi dan motivasi untuk mencapai goal tersebut.

Lagi pula, iklan yang berjalan terlalu lama tanpa benar-benar menghasilkan konversi malah memperbesar beban biaya marketing, kan?

Jawablah sederet pertanyaan berikut guna memastikan tenggat waktu dari objective campaign kita:

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan ini?
  • Kapan target ini dikatakan selesai/tercapai?
  • Kapan saya akan mulai mengerjakan goal ini?

Target beres, baru kita beralih ke step selanjutnya.

Goal iklan ini akan menjadi dasar dalam penentuan customer persona, memilih channel yang akan dipakai, menyusun rencana funneling, hingga merancang customer journey.

Kalau masih bingung, yuk bebas konsultasi bareng Mastah.id. Di sini kami tidak hanya membantu digital marketing Anda, tetapi juga membuka diskusi demi mencapai target pemasaran yang benar-benar diinginkan.

Sandiaga Bangun Pariwisata Lebih Berkualitas Dengan Big Data

Sandiaga Bangun Pariwisata Lebih Berkualitas Dengan Big Data

Potensi digital Indonesia terus berkembang pesat. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet di tanah air yang mencapai 73,7 persen dari populasi atau setara 196,7 juta pengguna.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2019 itu hingga kuartal II 2020 itu juga menunjukkan kenaikan 8,9 persen dibandingkan jumlah pengguna internet sebelumnya.

Penetrasi internet yang tinggi berbanding lurus pada meningkatnya aktivitas digital, seperti berbisnis dan bertransaksi online.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di bawah pimpinan Sandiaga Uno terus berupaya mengembangkan potensi digital tersebut.

Ini dilakukan agar sektor pariwisata mampu bertahan dan menjadi pemenang di tengah pandemi.

“Pandemi ini memang sulit bagi kita semua, tetapi kita terus beradaptasi dan berinovasi khususnya dari sisi teknologi,” ungkapnya dalam acara peluncuran Lokasi Intelegence 2.0 oleh Bhumi Varta Technology (BVT), Jumat (23/04).

Menurutnya, destinasi-destinasi pariwisata di tanah air sangat membutuhkan adanya teknologi berbasis lokasi.

Ia optimis, pendekatan digital yang sedang dibangun Kemenparekraf dapat membawa pariwisata dan ekonomi kreatif nasional menjadi lebih berkualitas.

“Semoga kecerdasan teknologi yang dibangun bersama-sama memungkinkan kita untuk menggunakan pendekatan Big Data untuk mencapai pariwisata yang jauh lebih baik, berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Big Data merupakan himpunan data yang sangat besar, yang tidak mampu diolah oleh sistem komputer dan perangkat lunak konvensional.

Big Data memiliki karakteristik yang biasa dikenal dengan 3V, yaitu volume (kapasitas), variety (variasi), serta velocity (kecepatan).

Dengan pendekatan Big Data, diharapkan industri pariwisata dapat menyajikan semua kebutuhan wisatawan secara lebih cepat dan efisien. Mulai dari layanan perjalanan, akomodasi, edukasi, hingga memberikan penawaran dan rekomendasi mengenai tempat menarik yang wajib dikunjungi.

Gelar Bukber, ACMI Berpotensi Kembangkan Industri Halal

Gelar Bukber, ACMI Berpotensi Kembangkan Industri Halal

Sejak tiga dasawarsa terakhir, pemerintah Indonesia terus mengembangkan konsep ekonomi Syariah. Populasi muslim yang dominan, jadi salah satu dasar penerapan konsep tersebut.

Hal itu dikemukakan oleh Ustaz Farrel Muhammad Rizqi dalam acara buka bersama (bukber) Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), Rabu (28/04).

Dalam acara yang bertempat di Hotel Le Meridien Jakarta tersebut, Ustadz Farrel mengutip ayat dalam surat al-Baqarah mengenai besarnya dosa riba.

Menurutnya, menjaga ekonomi Syariah merupakan amanah yang bisa diwujudkan dalam bentuk UMKM dan sektor riil. Bukan tidak mungkin, UMKM dapat menjadi poros kekuatan ekonomi umat yang besar.

“Kalau digerakkan seluruh UMKM dari Sabang sampai Merauke, akan menjadi kekuatan ekonomi yang dahsyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dewan Pembina Global Spirit of Ummah itu juga menyebut bahwa UMKM berpotensi menjadi peluang industri halal.

“Saya juga menulis halal industry di jurnal ilmiah: halal tourism, Islamic tourism, halal travel, dan sebagainya. Dan itu adalah industri kreatif dan sektor riil, dan ACMI bisa mengarah pada industri halal tersebut,” pungkasnya.

Suatu saat ACMI bisa mengarah pada industri halal. Pasalnya, pemberdayaan UMKM termasuk dalam salah satu misi asosiasi.

Acara semakin terasa akrab karena dihadiri sebanyak 67 pengurus ACMI. Tidak ketinggalan tokoh nasional seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Helmy Yahya selaku Dewan Penasihat ACMI, serta staf ahli Wapres RI Didi Apriyandi.

Menjelang acara berakhir, Ustaz Farrel memberikan Dummy al-Quran secara simbolis kepada Helmy Yahya.

Di samping berisi ayat pada umumnya, al-Quran tersebut juga dilengkapi pembahasan mengenai ekonomi Islam, sejarah peradaban Islam, hingga tafsir seputar ayat ekonomi dan keuangan.

Gunawan Arifin, Ketua Umum ACMI, mengaku puas atas terselenggaranya bukber kali ini. Di masa mendatang, ACMI harus bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kita ini di ACMI sebagai tempat soulsi dan saling kolaborasi dengan sesama anggota ACMI, pemberdayaan UMKM, targetnya ACMI bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya.